Proyek Pelabuhan Marina di Gili Gede Terancam Batal

Giri Menang (Suara NTB) – Investor yang berencana membangun pelabuhan marina khusus kapal yacht yang kerap kali datang ke Gili Gede Kecamatan Sekotong terancam batal. Sebab sampai saat ini pemda belum merespons harapan dan usulan investor untuk mengusulkan Lombok sebagai lokasi titik pintu masuk boleh dikunjungi kapal pesiar. Hal ini juga menjadi tanda tanya warga setempat.

Aspirasi ini disampaikan Abu Bakar, warga Gili Gede pada Suara NTB, Kamis, 13 Juli 2017. Warga setempat katanya sangat berharap pembangunan pelabuhan marina di wilayah setempat segera direalisasikan, mengingat masyarakat mendukung penuh proyek tersebut. “Masyarakat banyak berharap dari pelabuhan marina khusus kapal pesiar jenis yacht tersebut bakal menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Di samping itu, memberikan pemasukan ke desa,” ungkapnya.

Namun dari pihak pemda dalam hal ini Dinas Perhubungan belum memastikan proyek ini terealisasi, lantaran pihak investor belum menindaklanjuti rekomendasi pertama dari Pemda terkait penerbitan izin. Saat ini, jelasnya, pihak ketiga yang bakal membangun pelabuhan marina tengah menunggu surat dari bupati untuk dikirim ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terkait pengusulan Lobar sebagai lokasi titik pintu masuk boleh dikunjungi kapal pesiar.

Baca juga:  Dikeluhkan, Ruas Jalan Kawasan Wisata Senggigi Gelap Gulita

Menurutnya, hasil pertemuan di Pemda bersama pihak ketiga, masyarakat dengan Pemda, sesuai ketentuan Perpres Nomor 108, hanya 18 lokasi titik pintu masuk boleh dikunjungi kapal wisata. Dari 18 lokasi ini, Lombok tidak termasuk. Karena itulah, melalui surat bupati ke kementerian bisa diusulkan Lobar menjadi titik pintu masuk kapal yacht.

Dari sisi kesiapan lahan, ujarnya, tidak ada persoalan, sebab telah tersedia 6 hektar lahan di Dusun Tanjungan. Luas lahan ini sendiri sudah standar, namun ke depan perlu ditambah 10 hektar. Ia mengaku, daerah Gili Gede sering dikunjung kapal yacht, seperti beberapa waktu lalu ada 18 kapal yang singgah. Hanya saja persoalannya, tidak ada yang menjamin para wisatawan tersebut tinggal lama, sebab belum ada aturan.

Baca juga:  Sensasi Wisata Alternatif Jalur ‘’Offroad’’ Gunung Tambora

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lobar, Ahmad Saikhu, mengaku, belum tahu progres terkait rencana pembangunan pelabuhan marina di Gili Gede tersebut. Sejauh ini belum ada izin dari Kementerian Perhubungan untuk pelabuhan tersebut. Sebab sejauh ini pusat belum menembuskan ke dinas terkait perihal penerbitan izinnya. “Belum ada tembusan ke kami soal izinnya, kalau ada kan mesti ditembuskan ke kami,” jelasnya.

Diakuinya, dulu pernah pihak investor ekspose di daerah untuk penerbitan rekomendasi kajian pembangunan tahap pertama dengan panjang dermaga 150 meter dari garis pantai. Sedangkan terkait pengajuan tahap II dengan panjang 200 meter belum diproses, sebab itu masuk alur pelayaran masyarakat. (her)