Tak Dapat Jatah Proyek, Belasan Sopir Truk Ancam Blokir Proyek Pelindo

Giri Menang (Suara NTB) – Belasan sopir truk dump asal Sekotong dan Lembar melakukan aksi protes di lokasi proyek pembangunan Pelabuhan Gili Mas milik PT. Pelindo III Lembar di Dusun Teluk Waru, Desa Labuhan Tereng, Kecamatan Lembar, Senin, 19 Desember 2016. Aksi ini sebagai bentuk protes para sopir tersebut lantaran tidak mendapat jatah angkutan proyek pembangunan pelabuhan kapal pesiar.

Aksi para sopir ini berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka berkumpul di lokasi proyek, awalnya mereka mau memblokir jalannya proyek, namun batal karena telah dilakukan negosiasi dengan Ketua Koperasi Pelabuhan Gili Mas, L Ridwan selaku pihak pengelola proyek tersebut. Para sopir pun akhirnya mengurungkan niatnya, setelah memperoleh kepastian akan diakomodir oleh pihak pengelola.

Baca juga:  Deviasi Serapan Fisik APBD NTB Capai 19,25 Persen

“Aksi kami ini adalah bentuk kekecewaan. Sebab selama proyek berlangsung pihak pengelola lebih memilih mengakomodir pihak lain,“kata koordinator sopir, H. Mahdi ditemui di sela-sela aksi.  Kedatangan mereka, lanjut Mahdi sebenarnya hanya ingin meminta kejelasan terkait informasi dan kepastian kerja. Sebab menurutnya, ada sekitar ratusan warga setempat membutuhkan pekerjaan itu. Hasil komunikasinya dengan pihak pengelola ada kesanggupan para sopir diminta menunggu hingga tanggal 22 Desember mendatang. “Kalau tidak diberikan, maka warga siap melakukan blokir jalan,” ancamnya.

Di tempat yang sama, Ketua Koperasi Karya Pelabuhan Gili Mas, Lalu Ridwan selaku pihak yang mengakomodir para pekerja dan kendaraan pengangkut menjelaskan, kedatangan para sopir itu dianggap hanya miskomunikasi.
Dia mengaku, pihaknya sudah mengajak para sopir untuk bergabung. Namun karena kapasitas pekerjaan masih sedikit, sementara waktu ditunda dulu. Sementara mengenai truk dump dan alat berat yang dipekerjakan, Ridwan mengaku adalah milik PT. Candra selaku pihak yang mengerjakan proyek pembangunan.

Baca juga:  Lima Proyek Besar di NTB Ditawarkan ke Investor

GM Pelindo III Lembar, Baharudin yang dikonfirmasi koran ini mengaku tak tahu ada aksi tersebut. Ia juga tidak tahu warga mana yang protes, sebab warga sekitar proyek mendukung penuh proyek tersebut. “Warga sekitar mendukung semua,”jelasnya. Terkait tuntutan para sopir agar dilibatkan pada proyek tersebut, akan memikirkan dari daerah setempat. (her)