Dilantik, DPW SHI Dorong Partisipasi Masyarakat Berbasis SDA

Giri Menang (Suara NTB) – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sarekat Hijau Indonesia (SHI) NTB dilantik Sabtu (30/7/2016) kemarin, di Kantor Desa Meninting Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat. Ormas besutan aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) ini hadir mendedikasikan diri untuk pengembangan sumber daya alam, melalui proses edukasi masyarakat dari lapisan paling bawah.

Terpilih sebagai Ketua DPW SHI NTB adalah Ahmad Junaidi, SH dan sekertaris Amri Nuryadi, SH. Selain pengurus provinsi, terpilih Ketua DPD Kota Mataram Nurul Utami dan DPD Lombok Barat Safrudin. Prosesi pelantikan dirangkai dengan peresmian sekolah politik hijau, langsung oleh Ketua DPP SHI, Chairil Syah, SH. Pelantikan di NTB ini merupakan ke delapan setelah beberapa daerah lainnya di Kalimantan dan Pulau Jawa.
“SHI intinya ingin banyak kawan di NTB,” kata Chairil Syah mengawali wawancara dengan Suara NTB.

Di Indonesia, ada 116 kecamatan serta 940 desa, minimals separuh dari komposisi pemerintahan teritori tingkat daerah itu mengenal SHI, baginya sangat luar biasa. Ini menurutnya sebagai langkah pertama mempromosikan SHI kepada khalayak di NTB. “Bisa dengan dialog, sekolah politik hijau, kelompok kecil di desa,” jelas Chairil tentang langkah awal ormas lingkungan hidup itu.

Sementara Ketua DPW Ahmad Junaidi menambahkan, gerakan awal pihaknya di NTB akan memulai dari hal – hal yang kecil, hal hal yang menurutnya kongkrit. “Bagaimana mengajak masyarakat, meyakinkan orang tentang pengelolaan sumber daya alam dan lingkuang kita,” kata Direktur Koslata NTB ini.

Hal kongkrit menurutnya, seperti mengajak rumah tangga membudidayakan tanaman produktif serta obat obatan di halaman rumah. Tumbuhan yang bisa memenuhi kebutuhan dapur. “Ini kecil, tapi menjadi kebutuhan sehari hari. Sehingga kita manfaatkan pekarangan, disisi lain ada pemenuhan kebutuhan dapur,” jelasnya.

Tujuan lebih luasnya, pada dasarnya menurut Ahmad Junaidi, dalam rangka membangun kebersamaan dengan semua lapisan masyarakat dalam rangka mendorong potensi – potensi sumber daya. Apalagi menurutnya terdapat kelompok dampingan yang berada di basis basis pengembangan sumber daya alam dan lingkungan namun belum disentuh.

Menambahkan pernyataan Ahmad Junaidi, Chairil memberi penegasan bahwa yang akan dilakukannya adalah mendorong program nasional untuk pengembangan komoditi lokal, ecotourism, sampai perikanan. Basisnya pengembangan Teknologi Informasi.

“Kami parallel dari Jawa dan Kalimantan kita bangun masyarakat yang melek IT,” jelasnya. Sehingga pengembangan komoditi lokal, akan terhubung dengan IT. ketika masyarakat luar atau dunia ingin mengakses, maka dengan mudahmenemukan komoditi itu di daerah, termasuk di NTB.

Proses ini menurutnya bisa dikembangkan melalui sekolah politik hijau.
“Sekolah ini dibangun tidak untuk monopoli, tapi berbasis keadilan sosial, bebasis lingkungan. Kita untung tapi yang lain tidak buntung. Yang tidak eksploitatif, itu yang mau kita gali,” tegasnya.

Terkait pelantikan, disebutnya ini menjadi kepengurusan tingkat daerah yang ke ke 8 dilantik. Diakui juga, para pendirinya adalah aktivis dan mantan aktivis Walhi. Dibentuk sejak tahun 2004 lalu dan mulai efektif tahun 2007 lalu. (ars)