Bupati Akui Penataan Senggigi Terkendala Minim Anggaran

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid, SAg, MSi, memprogramkan penataan secara menyeluruh terhadap destinasi wisata Senggigi. Penataan yang ditargetkan dimulai tahun depan ini, mulai dari persoalan sampah hingga penataan akses publik yang banyak dikeluhkan pengunjung. Bupati telah meminta jajarannya untuk merencanakan penataan Senggigi secara menyeluruh.

Menurutnya, penataan ini bakal melibatkan semua pihak. Kendala yang dialami untuk menata kawasan wisata Senggigi, karena kekurangan anggaran. Menurutnya, anggaran ini menjadi problem semua. “Kendala penataan lokasi wisata karena anggaran tidak ada,” akunya.

Hal ini, jelasnya, menimbulkan kesan pemda menganaktirikan kecamatan. Misalnya, wilayah Sekotong dianaktirikan, demikian pula Batulayar serta Narmada. Menurutnya, kemampuan anggaran daerah hanya seperti itu dan tidak menganaktirikan. Akhirnya pihaknya pun memilih mana yang menjadi skala prioritas untuk dibangun.

Menurutnya, target penataan dan penanganan lokasi wisata Senggigi bukan saja sampah. Namun, Senggigi butuh penataan secara menyeluruh, baik dari aspek penataan trotoar, jalan, lampu dan akses menuju ke pantai yang merupakan milik publik. Terkait rencana ini, pihaknya sudah memanggil sekda dan kepala dinas agar memulai perencanaan secara detail agar bisa dilaksanakan tahun depan.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Lobar, H. Wahid Syahril mengkritisi kawasan Senggigi yang semrawut akibat keberadaan bangunan vlla dan losmen serta bangunanlain yang berada perbukitan di Senggigi.

Ironisnya bangunan ini diduga tak mengantongi izin lingkungan harus ditindak tegas oleh pemda. Untuk mengantisipasi maraknya bangunan di Senggigi, Pemka diminta berhati-hati dan selektif dalam menerbitkan izin.  (her)