Warga Sekotong Harap Pemerintah Perbaiki Jembatan yang Rusak

Giri Menang (Suara NTB) – Jembatan penghubung satu-satunya di jalur Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong berusia puluhan tahun. Jembatan tua ini tak pernah direnovasi. Kondisi jembatan mulai rusak di sejumlah bagian. Selain kondisi bangunan yang mulai rusak, jembatan tua ini juga sangat sempit, sehingga menyulitkan masyarakat lalu lalang ketika ada kendaraan besar lewat.

Mahnun, warga sekitar mengaku, kondisi jembatan sebenarnya sudah tak layak untuk melayani masyarakat semua desa di Kecamatan Sekotong. Pasalnya, melihat bangunannya yang berusia tua dan sempit. “Sebenarnya jembatan ini tak layak, karena masyarakat yang lalu lalang hampir semua warga Sekotong. Masyarakat mengeluh karena jembatan sempit, khawatir membahayakan warga,” keluhnya.

Menurutnya, jembatan ini satu-satunya akses penghubung masyarakat yang datang dari Lembar ke Sekotong. Masyarakat Sekotong yang menggunakan jembatan ini, hampir semuanya dari 9 desa. Mulai dari Desa Batu Putih, Desa Pelangan, Desa Sekotong Barat, Gili Gede, Sekotong Tengah, Desa Buwun Mas, Desa Karang Baru, dan Cendi Manik.

Ia mempertanyakan peranan para wakil rakyat yang memperjuangkan aspirasi masyarakat Sekotong terkait pembangunan jembatan. Padahal, Ketua DPRD Lombok Barat berasal dari Sekotong.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lobar, Made Arthadana, menjelaskan, pembangunan Jembatan Sekotong masih dikoordinasikan intensif dengan provinsi dan Balai Jalan. Pihaknya sedang membicarakan secara detail dengan provinsi sebagai bahan pertimbangan agar jembatan itu segera dibangun. Ia tak berani memastikan kapan jembatan itu dibangun, sebab ia terus mematangkan koordinasi dengan provinsi.

Menurutnya, jembatan sangat mendesak dibangun dan diperlebar dua kali lipat dari kondisi saat ini. Jalur ini merupakan jalan provinsi, sehingga tanggung jawab di provinsi. Saat ini ada beberapa ruas jalan provinsi yang ditender oleh Balai Jalan. Ia berharap agar bagaimana jembatan itu bisa masuk dalam program yang akan dibangun. Tahun ini, jelasnya, Dinas PU Lobar hanya melakukan pelebaran jembatan 4 buah dan membangun dua jembatan di Mekar Sari Kumbung penghubung Lobar-Mataram. Selain itu, ada peningkatan jalan di beberapa ruas.

Sementara itu, Ketua DPRD Lobar yang juga Dapil Sekotong, Hj. Sumiatun menyatakan, pihaknya sedang memperjuangkan agar jembatan itu segera dibangun. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Plt Kadis PU Lobar, Made Arthadana untuk berkoordinasi intensif dengan provinsi. Menurutnya, jembatan itu sudah saatnya dibangun. “PR berat saya memang pembangunan jembatan itu, itu harus dilebarkan,” katanya. (her)