Lombok Travel Mart, Promosi Hingga Penguatan Infrastruktur Pariwisata Sumbawa

Para peserta LTM 7 foto bersama dengan H. Iskandar, Ketua DPRD Sumbawa, A. Rafiq dan Kadispar NTB, M. Faozal usai santap malam di halaman Istana Dalam Loka. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Sumbawa, Ir. H. Iskandar D M.EcDev, bersyukur Sumbawa menjadi salah satu tujuan dan sasaran pilihan dari para peserta Lombok Travel Mart (LTM) 7 Tahun 2020. Mengingat pariwisata Sumbawa yang baru menggeliat butuh promosi. Sehingga tidak salah Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) memilih lokasi yang benar-benar baru.

Hal itu disampaikannya dalam acara Welcome Dinner LTM ke 7 di Istana Dalam Loka Sumbawa, Senin, 2 Maret 2020. Yang juga dihadiri Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sumbawa dan perwakilan Anggota Forkopimda, pimpinan OPD dan para peserta LTM 7 yang berasal dari wisatawan luar negeri maupun dalam negeri. Event tahunan Sumbawa yang diberi nama Festival Pesona Moyo, tetap menjadikan Moyo sebagai branding yang ingin tetap dipertahankan. Sehingga nama Moyo yang sudah mendunia akan ikut membawa event-event pariwisata lainnya di Sumbawa.

Iklan

Potensi wisata di Sumbawa hampir lengkap dimulai dari wisata alam pegunungan yang sekarang sedang menggeliat. Kemudian wisata bahari yang salah satu wilayahnya sudah menjadi cagar geosfer dunia yang menjadikan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora sebagai kawasan strategis pariwisata nasional. Ada pula wisata budaya dimana lokasi welcome dinner, Istana Dalam Loka, adalah Istana Sultan Sumbawa yang memiliki nilai-nilai religi yang sangat kuat.

Semua event yang dilaksanakan penuh dengan  dengan nuansa adat istiadat yang bersendikan religi yang dianut masyarakat Sumbawa. Di akhir sambutannya, Bupati berharap semoga banyak cerita-cerita yang bisa berkembang dari pengalaman para peserta LTM 7 yang menyaksikan pulau Moyo menjadi cerita yang bisa dikembangkan untuk promosi pengembangan pariwisata di Sumbawa.

Gubernur NTB yang diwakili Kadis Pariwisata NTB, Lalu Moh. Faozal, menyampaikan apresiasinya kpada Pemkab Sumbawa atas dukungannya terhadap kegiatan ini. Sesuai arahan Gubernur, salah satu tugas yang msti diselesaikannya adalah Moyo. Bagaimana branding, prmpisi hingga penguatan infrastrukturnya yang mesti ditingkatkan. Makanya Magical Moyo menjadi tema dari LTM 7.

“Setelah LTM 7 ini di Moyo, apa yang bisa hadirkan?  Insya Allah dalam waktu dekat Garuda akan kembali melayani rute Lombok ke Sumbawa dan Sumbawa Lombok. Serta kita memberikan stimulus dari Labuan Badas ke Labuan Aji setiap hari Sabtu dan Minggu. Mudah mudahan setelah LTM ini lebih banyak lagi kunjungan ke Moyo maka grafik layanan lalu lintas tranportasi laut ke Moyo akan kita tambah lagi karena itu subsidi dari pemerintah provinsi,” sebutnya.

Sebelumnya, dalam laporannya Ketua DPP ASPPI Djohari Somad menyampaikan LTM ini selalu mengangkat wisata-wisata yang baru. Tujuannya untuk dinikmati oleh masyarakat NTB. “Kita tahu Sumbawa ini apa yang akan kita perkenalkan kepada tamu-tamu kita , kalau diibaratkan Sumbawa ini adalah gadis cantik yang tidak banyak orang ketahui. Kita sebagai tourism soldier sebagai pelaku dan pejuang pariwisata tidak pernah mundur dan saat ini kita konsolidasi untuk pengembangan. Event LTM 7 ini adalah untuk membuka wawasan kita bahwa NTB itu bukan hanya Lombok. Memang beberapa hal yang perlu dikembangkan adalah aksebilitynya masih sangat jauh dari harapan sebagai kota yang banyak dilalui oleh wisatawan,” tukasnya.

Sebelumnya para peserta LTM 7 juga telah mengunjungi desa ekowisata Marente kecamatan Alas. Yang disambut hangat oleh pemerintah dan masyarakat setempat. (arn)