Lombok Tengah Targetkan Pajak Parkir di LIA Rp1,8 Miliar

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah memberlakukan peraturan daerah (perda) tentang retribusi jasa usaha yang baru mulai tahun ini. Hal itu berdampak pada berubahnya target pemasukan dari sejumlah objek pajak di daerah ini. Salah satu yang paling besar bersumber dari pajak parkir kendaraan di Lombok International Airport (LIA). Di mana tahun ini, pemasukan dari parkir bandara ditargetkan sebesar Rp 1,8 miliar.

“Dengan diberlakukannya perda retribusi yang baru, target pemasukan dari beberapa objek pajak jelas ikut berubah,” aku Kabag Hukum Setda Loteng, H. Mutawalli, S.H., kepada Suara NTB, Rabu, 25 April 2018.

Iklan

Ia menjelaskan, khusus dari pajak parkir di LIA Pemkab Loteng sebenarnya bisa memperoleh pemasukan hingga Rp2 miliar lebih. Hanya saja, karena ada permintaan keringanan beban pajak dari pihak pengelola parkir dan setelah melalui proses kajian dengan mempertimbangkan beberapa aspek, maka target pemasukan ditetapkan sebesar Rp1,8 miliar per tahun.

Hal serupa juga diberlakukan terhadap beban pajak bumi dan bangunan (PBB) lahan kawasan Mandalika. Di mana pihak Indonesia Toursim Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan juga sudah mengajukan permintaan keringanan beban pajak ke pemerintah daerah.

Mengingat, banyak lahan-lahan di dalam kawasan Mandalika yang belum produktif, karena berupa lahan tidur. Sementara untuk lahan yang sudah produktif, tetap diberlakukan beban sesuai aturan yang ada. “Kalau untuk lahan kawasan Mandalika, khusus dari PBB saja itu targetnya di atas Rp 1 miliar,” jelasnya.

Ke depan dengan perkembangan daerah yang cukup pesat, target pemasukan dari pajak dan retribusi daerah tentu akan semakin besar. Dan, untuk mendukung target pemasukan dari pajak dan retribusi tersebut maka perlu didukung dengan regulasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. (kir)

  Hindari Kesimpulan Keliru, Bedah Data Secara Rinci

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here