Lombok Mercusuar Segera Digelar 2021 Menyuarakan Rasa Nasionalisme dari Lombok

Panitia Lombok Mercusuar meninjau Monumen Piagam Perdamaian Dunia di Sembalun.

Selong (Suara NTB) – Sukses menggelar Deklarasi Anti Kekerasan dan Terorisme, Panitia Lombok Mercusuar, pada Sabtu, 2 Januari 2020 meninjau Sembalun sebagai tempat pertemuan. Sebelum peninjauan lapangan diadakan sangkep dan melihat benda pusaka kuno di pondok tokoh adat Sembalun, A. Rahman Sembahulun.
Seperti diketahui Silaturahmi tokoh adat, budaya dan tokoh agama pada Rabu, 30 Desember 2020 siang sampai dengan sore berlangsung hangat di Taman Budaya NTB. Para tokoh dan masyarakat NTB sepakat untuk mengecam segala bentuk tindak kekerasan terorisme.

Deklarasi mengecam segala bentuk tindak kekerasan (terorisme) ini diikuti semua peserta silaturahmi di Ruang Tertutup Teater Taman Budaya. Deklarasi ini diinisiasi oleh Laskar Sasak yang mengundang semua tokoh di Lombok.
Kepala BIN Daerah NTB, Ir. Wahyudi, selama setahun bertugas dan diajak memahami lontar-lontar Sasak, barangkali bisa menjadi solusi yang dihadapi persoalan bangsa ini. Selama bertugas setahun saya ingat kata Mamiq Putria, Adat akan melahirkan hubungan, pertama, antara manusia dengan sang pencipta. Kedua manusia dengan sesama manusia dan ketiga manusia dengan alam lingkungan hidup, katanya.

Wahyudi juga menyinggung rasa nasionalisme yang dimiliki oleh masyarakat adat begitu kental. Untuk mengentalkan rasa nasionalisme ini digagas kegiatan Lombok Mercusuar yang direncanakan digelar di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini akan diikuti oleh tokoh adat, tokoh budaya, dan tokoh agama se-Indonesia, jelasnya.

Mamiq Putria dari Kedatuan Siladendeng mengatakan tatanan adat dan kebudayaan harus diperkuat. Sehingga NKRI akan kokoh dan tidak tergeser oleh hambatan dan tantangan ke depan. Mamiq Abdurrohim, S.Pd., M.Pd., menegaskan agar tokoh adat, budaya, dan agama tetap bersatu padu menguatkan barisan.
Datu Artadi dari KLU meminta agar Laskar Sasak merawat dan menjaga adat dan budaya Sasak. Jangan sampai kedepan Indonesia lemah dari adat dan budaya.

Raden Haji Rais melihat dari perspektif religius antara agama dan adat yang saling menopang. Wakil Ketua Umum FKSN, Miq Wangsyah menyatakan siap mendukung dan bekerja sama menggelar Lombok Mercusuar yang akan diadakan tahun 2021 mendatang.
KH. Dr. A. Rahman Sembahulun menyatakan kesiapannya jadi tuan rumah pertemuan nasional Lombok Mercusuar Segara Muncar bila diselenggarakan di Sembalun. Sementara motivator Laskar Sasak, TGH Sanusi juga tak kalah menggebu-gebu memotivasi agar Lombok Mercusuar ini menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat untuk bangsa, agama, dan negara. (*)