Lombok jadi Pusat Belajar Calon Pilot Profesional

Kepala Sekolah LIFT dijabat oleh Capt. Abbas Yahya Ali di atas pesawat Liberty XL2 yang telah off terbang dan di pajang di halaman gedung LIFT

Mataram (suarantb.com) – Lombok Nusa Tenggara Barat patut berbangga. Daerah ini menjadi tujuan belajar para calon penerbang prefosional dari berbagai daerah di Tanah Air. Sebuah sekolah pilot milik putra daerah tengah eksis, bahkan menjadi satu-satunya sekolah penerbang di Indonesia yang menggunakan pesawat dan simulasi tercanggih di dunia.

Sekolah penerbang itu adalah Lombok Institute of Flight Technology (LIFT), yang berada di Jl. Dukuh Saleh No.16 Pejeruk Sejahtera, Ampenan Kota Mataram. Saat ini mendidik belasan calon-calon pilot dari berbagai daerah, di antaranya, dari Jawa, Papua, Sulawesi, dan Sumatera

Iklan
para calon Pilot dari berbagai daerah di Indonesia yang saat ini tengah belajar di LIFT

LIFT telah mengantongi sertifikat dari Kementerian Perhubungan dengan Pilot School Certificate No.141D-012. Sebetulnya, sekolah ini sudah beroperasi sejak tahun 2011 di Lombok. Dikelola oleh pemiliknya dari Hongkong. Akhir tahun 2019 di-take over oleh putra daerah, yaitu H. Lalu Didiek Yuliadi yang sekarang menjabat sebagai Direktur Operasional dan Hj. Irene Manuwu sebagai Direktur Utama.

Kepala Sekolah LIFT dijabat oleh Capt. Abbas Yahya Ali. Seorang pilot senior asal Yaman. Kepada Suara NTB, Senin, 17 Februari 2020, Capt. Abbas menjelaskan secara detail keberadaan LIFT saat ini. sejak tahun 2011, sekolah ini telah meluluskan ratusan penerbang yang saat ini berkarir di sejumlah maskapai. Di antaranya, Garuda Indonesia, Citilink, Air Asia, Batik Air dan maskpai lainnya.

LIFT telah berstandar internasional. Bahkan akan menjadi tempat calon pilot dari berbagai negara, salah satunya calon pilot dari Saudi Arabia. Sekolah ini menjadi satu-satunya sekolah penerbang di Indonesia yang memiliki fasilitas belajar terlengkap.
Memiliki empat pesawat latih yang tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah penerbang lainnya di Indonesia. Pesawat latihnya adalah Liberty XL2. Biasanya, jenis pesawat yang digunakan adalah jenis Cessna. Pesawat liberty XL2 ini sendiri, kata Capt. Abbas, adalah pesawat latih yang paling canggih dan paling sensitive. Serta paling aman dengan fitur computerized terlengkap.

“Dengan menggunakan pesawat latih ini, kita bisa pastikan lulusan-lulusan LIFT ini adalah lulusan yang professional dan punya posisi tawar di maskapai-maskapai,” ujarnya.
LIFT juga dilengkapi dua simulator, satu simulator Redbird FMX yang menjadi syarat dari Kementerian Perhubungan. Ditambah lagi dengan Simulator Redbird Cross Wind yang digunakan untuk melatih para calon penerbang menghadapi situasi tak normal.

“Misalnya belajar mendarat dengan tantangan angin dari samping pesawat. Situasi seperti ini yang sering ditakutkan sama pilot. Dan LIFT punya simulatornya untuk melatih calon penerbang menghadapi situasi-situasi tidak biasa seperti itu,” jelas Capt. Abbas.
Keunggulan lainnya adalah latihan terbang di Bandara Internasional Lombok yang dapat dilakukan malam hari. Kemudian latihan terbang di Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa sebagai satelite base-nya

“Di sekolah lain, latihan terbang malam hari ini sangat terbatas. Kita di Bandara Lombok sangat leluasa diberikan waktu latihan malam. Standar Kemenhub, untuk lulus sekolah itu calon penerbang harus memiliki jam terbang malam sebanyak 10 jam. Kita tidak susah memenuhi itu,” imbuhnya.

LIFT memiliki 8 instruktur professional. Menyediakan tempat tinggal, lengkap dengan layanan makan tiga kali sehari. Tempat belajar yang sangat nyaman. Dan sangat terbuka bagi siapapun. Dengan syarat masuk bagi para calon pilot diantaranya, usia minimal 17 tahun. Lulusan SMA/SMK atau sederajat. Skor kemampuan berbahasa Inggris minimal 400 (TOEIC). Lulus Pilot Medical Ceck Up. Lulus psikotest. Terbuka untuk pria dan wanita. Tidak membatasi standar khusus tinggi badan.

“Sekolah selama setahun, kisaran biayanya Rp800 juta. Di sekolah-sekolah penerbang lainnya, bisa sampai di atas Rp1 miliar. Dan fasilitas belajar di LIFT sudah sangat lengkap,” jelas Capt. Abbas.

Sementara itu, Direktur Utama LIFT, Hj. Irene Manuwu, mengatakan melalui sekolah penerbang ini, ia ingin mengangkat posisi tawar Lombok, NTB di mata nasional dan internasional. Ia menginginkan LIFT dapat melahirkan putra-putri daerah sebagai pilot profesional tanpa harus jauh-jauh belajar.

“Dan kami ingin mendukung pariwisata NTB. Rencana kami akan membuka jasa berwisata dengan pesawat. Izin-izinnya kami sedang tunggu jawaban Kementerian Perhubungan. Semoga dapat membawa manfaat lebih besar bagi daerah ini,” demikian Hj. Irene.(bul)