Lombok Direncanakan Jadi Hub AirAsia, Perbanyak Penerbangan Langsung Kunci Gairahkan Pariwisata NTB

Satu pesawat sedang mendarat di LIA. 2019, AirAsia berencana menjadikan LIA sebagai salah bandara pengumpul. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB)  – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menyatakan AirAsia berencana menjadikan Lombok International Airport (LIA) menjadi hub (bandara pengumpul).  Kemanapun penerbangan Air Asia akan terkoneksi dari LIA.

“Rencana Air Asia menjadikan Lombok sebagai hubnya. Mulai Februari 2019. Jadi dia connecting ke mana-mana dari Lombok,” kata Gubernur dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 22 November 2018.

Iklan

Sehari sebelumnya, Gubernur telah bertemu CEO Air Asia Indonesia, Dendy Kurniawan. Air Asia akan menambah frekuensi penerbangan rute Lombok – Kuala Lumpur Malaysia mulai Februari 2019. Selain itu, Air Asia juga berencana akan membukan penerbangan langsung Lombok – Perth Australia.

Dr. Zul – sapaan akrabnya menjelaskan dengan memperbanyak penerbangan langsung (direct flight) ke Lombok maka akan mempercepat kembali bergairahnya sektor pariwisata pascagempa. Ia mengatakan   sektor andalan NTB adalah pariwisata. Sektor pariwisata dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang lesu akibat stagnannya sektor pertambangan. Sektor pertambangan untuk pulih kembali  butuh waktu.

“Jadi kita tak punya pilihan selain menggenjot pariwisata ini dengan baik. Kalau kita melihat keseluruhan bangunan pariwisata kita, tentu menghias destinasi penting. Menyediakan ini itu penting,” katanya.

Tetapi, kata Dr. Zul, yang paling penting di antara semuanya adalah konektivitas, membuka penerbangan langsung ke Lombok. Karena orang-orang asing apalagi yang mau liburan ke NTB  tak akan mau repot-repot harus singgah dulu di Kuala Lumpur, Singapura atau  Bali.

Adanya penerbangan langsung akan memudahkan wisatawan  datang ke NTB. Penerbangan langsung akan menyebabkan wisatawan akan lebih banyak datang ke NTB. “Kalau lebih banyak wisatawan datang ke tempat kita, akan membantu hidupnya hotel, kuliner, mengurangi pengangguran dan lain-lain. Sehingga ekonomi kita akan bergairah kembali,” kata Dr. Zul.

Hasil pertemuan dengan beberapa maskapai penerbangan seperti Air Asia dan Lion Air Group, mereka merencanakan membuka penerbangan langsung ke Cina, Perth dan Arab Saudi. Nantinya, pemda akan memberikan subsidi kepada maskapai yang membuka penerbangan langsung ke NTB.

“Menteri Pariwisata apa saja kita inginkan beliau approved. Nanti kita akan subsidi. Itu akan dibantu dari Kementerian Pariwisata. Karena market-nya baru, maka seat-nya tak penuh. Jadi ada seat-nya yang ditanggulangi pemerintah untuk menstimulus,” terangnya.

Selain terus mendorong pembukaan penerbangan langsung ke Lombok, Gubernur mengatakan perlunya penambahan fasilitas pada bandara-bandara yang ada di Pulau Sumbawa. Selama ini bandara yang ada di Pulau Sumbawa sudah tutup sekitar jam 17.00 – 18.00. Ke depan, penerbangan ke bandara-bandara yang ada di Pulau Sumbawa agar dapat beroperasi hingga pukul 21.00 Wita. “Mudahan fasilitasnya dalam proses, segera,” harapnya. (nas)