Lombok CB Club, Meneguhkan Cinta Sepeda Motor Antik

Mataram (Suara NTB) – Honda CB merupakan salah satu jenis kendaraan yang dikenal penduduk Indonesia sejak tahun 1971. Jenis sepeda motor antik ini kinidisukai banyak orang. Komunitas Lombok CB Club (LCBC) semakin meneguhkan kecintaannya terhadap sepeda motor antik tersebut.

Logo CB Club

Iklan

Ada sensasi kenikmatan tersendiri yang dirasakan ketika mengendarai sepeda motor antik. Begitu pengakuan Budi Susanto, Ketua Komunitas LCBC. Selain karena kendaraan yang digunakan tergolong langka,tampilan sepeda motor yang ditunggangi juga termasuk berbeda dan unik. Tentu saja hal ini sangat berkaitan dengan soal gaya atau style yang sedang menjadi tren.

“Saya punya CB tulen, bukan hasil modifikasi. Surat – suratnya asli CB. Lengkap. Tahun produksinya 1981, dan ndak mudah lho dapat yang begitu, karna udah langka kan,” kata Budi, Jumat (23/9/2016).

Budi mengatakan, jumlah individu maupun kelompok pecinta motor CB terus mengalami peningkatan. Kendati, belakangan ini banyak sepeda motor jenis lain yang “dipaksa” berubah bentuk menjadi CB. Perubahan bentuk dilakukan melalui proses modifikasi, sesuai kemampuan tangan kreatif manusia zaman sekarang.

“Banyak juga motor tiger yang dimodif jadi CB, GL-Pro dan macam – macam. Asal mereka mempunyai kelengkapan dokumen, klub tidak melarang mereka untuk bergabung,” jelasnya.

Seiring perkembangan komunitas, harga sepeda motor CB yang antik maupun motor – motor yang potensial dimodifikasi menjadi CB mengalami kenaikan. Keberadaan komunitas berperan mengatrol harga sepeda motor tua ini di pasaran. Selain motor – motor tua, harga sepeda motor yang bisa “disulap” menjadi CB juga ikut terkatrol.

Lombok CB

Anggota komunitas pecinta CB, khususnya di pulau seribu masjid ini tersebar di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Ketua LCBC mengatakan, komunitasnya telah memiliki ikatan persaudaraan dengan klub – klub CB yang tersebar di nusantara.

  Suku Bunga KPR Hambat Bisnis Properti

“Komunitas CB itu ada di tiap – tiap provinsi dan bahkan di masing – masing kabupaten. Di Lombok ini saja, yang saya ketahui terdapat delapan komunitas yang berbeda – beda. Tetapi, biar komunitas berbeda kami tetap bersaudara,” bebernya.

Masing – masing komunitas senantiasa merawat relasi persahabatan dengan baik. Hal ini sejalan dengan motivasi awal pendirian masing – masing klub yakni memperkokoh nilai persaudaraan antar sesama, serta menjalin silaturahmi secara rutin.

“Memang motivasi awal berdirinya LCBC adalah untuk memperkuat satu kesatuan persaudaraan. Kita tahu bahwa jiwa persaudaraan para pengendara relatif tinggi,” ujarnya.

Jalinan silaturahmi yang rutin diwujudkan melalui aktifitas kumpul bersama, turing dan agenda – agenda tertentu. Komunitas LCBC tergolong telah melakukan penjelajahanke tiga daerah di Indonesia. LCBC pernah turing sampai di wilayah Bandung, Jawa Barat.

“Karena jiwa persaudaraan kita tinggi, setiap touring ke luar daerah, anak – anak komunitas selalu mendapat sambutan hangat. Kalau mendapat kesulitan pun, kita tidak susah mencari bantuan. Karena banyak sahabat dan kerabat,” tuturnya.

Seluruh komunitas pecinta sepeda motor CB akan berkumpul dalam jambore nasional. Jambore klub motor CB itu akan terselenggara di Purwokerto, Solo, Jawa Tengah, 15 – 16 Oktober mendatang. LCBC sedang melakukan persiapan untuk berangkat touring ke lokasi acara itu dari Pulau Lombok.

“Jadi di Lombok ini sudah terbentuk klub tingkat provinsi, namanya CB NTB. Perannya menaungi klub – klub CB yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Teman – teman klub CB se-NTB sedang bersiap – siap untuk berangkat turing ke Jawa Tengah,” bebernya.

Lombok CB

Para anggota Komunitas LCBC bersama motor CB kebanggaan mereka, dalam berbagai kegiatan.

Menjauhi Aksi Kriminal

  Clination, Dokter Muda Pencinta Alam dan Bakti Sosial

Seringkali, anggota geng atau klub motor diidentikkan dengan aksi kejahatan. Anggota klub motor sering kali terlibat aksi tawuran, perampokan dan bahkan sering dimanfaatkan menjadi “mesin” pengedar narkoba. Komunitas – komunitas pecinta sepeda motor, khususnya di wilayah NTB masih memiliki nama yang relatif bersih dan jauh dari aksi – aksi kriminal.

“Kami selalu menekankan agar setiap anggota –komunitas senantiasa menjauhi aksi kriminal. Kalau mereka membangkang, sanksinya tegas. Ada AD-ART yang mengatur dan kami berhak mengeluarkan mereka dari klub, kalau melanggar aturan yang telah disepakati,” tegas Budi selaku ketua LCBC.

Ketegasan dalam menjatuhkan sanksi menjadi kunci utama dalam mempertahankan nama baik satu komunitas. Lebih – lebih ketika ada anggota komunitas yang terdeteksi mengonsumsi narkoba. “Di LCBC, kalau ada yang terlibat narkoba, apapun alasannya tetap kami keluarkan dari klub. Itu sudah menjadi sanksi yang kami sepakati bersama,” katanya.

Mereka tidak berkenan apabila reputasi komunitas suatu ketika dapat hancur hanya karena ulah oknum anggotanya sendiri. Memang, pada dasarnya pembentukan komunitas itu memiliki tujuan awal untuk saling menjaga sehingga menjadi lebih baik di hari depan.

Lombok CB Club

“Tugas kita ialah saling menjaga dan memelihara, saling mengingatkan antar sesama. Karena itu tujuan utama kita mendirikan komunitas. Kalau ada yang tidak baik, ya kita berupaya meluruskannya,” ujar Budi.

Kekuatan yang dimiliki oleh suatu klub tidak untuk dimanfaatkan pada hal – hal negatif.Meski demikian, ada juga klub – klub yang “nakal” menyalahgunakan kekuatan mereka untuk kegiatan – kegiatan yang tidak positif. Seperti halnya, rumor tentang banyaknya klub motor baik di Bali maupun Jawa yang dimanfaatkan oleh mafia asing untuk mendistribusikan obat – obat terlarang (narkotika).

  Pendakian ke Rinjani Ditutup Tiga Bulan

“Kalau kita sudah pasti dijamin, jauh dari tindakan – tindakan kriminal. Karena itu bukan hal yang sewajarnya kita lakukan. Komunitas ini berdiri hanya untuk menyatukan hobi masing – masing kita aja,” katanya.

Itulah sebabnya, dalam Anggaran Dasar dan Aturan Rumah Tangga (AD-ART) komunitas LCBC, dituangkan sanski yang berat terhadap anggota yang terlibatmengonsumsi atau mengedarkan narkoba. Rata – rata komunitas pecinta CB di pulau seribu masjid ini beranggotakan sosok individu – individu yang altruis (tidak egois), santun, ramah, patuh pada aturan lalulintas, rendah hati dan berbudaya. (met)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here