Lomba Bertutur Tingkat Nasional, Upaya Memperkenalkan Budaya Literasi Sejak Dini

L. Nizal Rayyan dari SD Negeri 22 Praya mewakili NTB sedang mengikuti Lomba Bertutur Tingkat Nasional secara virtual. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar Lomba Bertutur Tingkat Nasional tahun 2021 yang digelar secara daring untuk para siswa siswi kelas SD/MI. Acara yang sudah masuk babak grand final ini digelar mulai 6 – 10 September 2021.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Julmansyah, S.Hut., M.A.P., menjelaskan, total peserta yang masuk dalam grand final sebanyak 34 peserta dari 34 provinsi. Peserta merupakan perwakilan daerah terbaik alias juara 1 lomba bertutur di tingkat provinsi masing-masing, yang sudah melewati tahapan kompetisi di tingkat kabupaten/kota.

Iklan

‘’Mereka adalah murid–murid kelas 5 SD/MI, baik negeri maupun swasta, yang telah memiliki perpustakaan sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Pada gelaran Lomba Bertutur Tingkat Nasional 2021 Provinsi diwakili oleh L. Nizal Rayyan dari SD Negeri 22 Praya Kabaputen Lombok Tengah yang juga merupakan juara 1 Lomba Bertutur Tingkat Provinsi,’’ terangnya dalam rilis yang diterima Suara NTB, Kamis, 9 September 2021.

Dijelaskannya, hasil dari kegiatan lomba ini adalah meningkatkan kegemaran membaca, sehingga membangun imajinasi seseorang dan dapat menuliskan ide, gagasan kreatif dalam bentuk tulisan, sehingga terjadi transfer pengetahuan. Tidak hanya itu, harapnya, kegiatan bercerita ini terus berlanjut tidak hanya pada ajang pelaksanaan lomba, tetapi anak-anak dapat membiasakan membaca dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, tambahnya, lomba bertutur merupakan komitmen Perpustakaan Nasional untuk tetap mencerdaskan anak-anak bangsa, meski situasi bangsa masih dalam pandemi Covid-19, sehingga digelar secara virtual. Meski demikian, tidak mengurangi kualitas pelaksanaan lomba seperti tahun-tahun sebelumnya. upaya mencerdaskan anak bangsa dengan memperkenalkan literasi kepada anak-anak sedini mungkin.

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat, para profesional, para pemerhati seni budaya dan musik, komunitas, lembaga, baik pemerintah maupun swasta bisa bekerjasama dalam program mendukung peningkatan kegemaran membaca melalui kegiatan bercerita sejak usia dini,” ujar Julmansyah.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB siap bekerja sama dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang tujuannya untuk mengangkat pentingnya perpustakaan, pentingnya buku dan bahan bacaan lainnya, semuanya itu untuk meningkatkan pembudayaan kegemaran membaca masyarakat di Provinsi NTB.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan, kemampuan bertutur adalah hasil literasi pada tahap pemahaman dan pemaknaan apa yang tersurat dan yang tersirat yang diperoleh dari kegiatan membaca. “Ini sangat relevan untuk terus digalakkan bagi generasi muda sejak usia sekolah untuk dapat mewujudkan SDM Indonesia unggul 10 tahun yang akan datang,” katanya. (ham)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional