Lokasi Pembangunan Kantor Bupati Loteng Dipindah

Praya (Suara NTB) – Pembangunan kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng) dipastikan tetap akan berjalan. Dimulai tahun 2017 mendatang. Hanya saja, untuk lokasi pembangunannya kemungkinan besar tidak di Kota Praya di lokasi kantor Bupati Loteng yang sekarang ini. Tetapi direncanakan di lahan eks. PTP Puyung Desa Puyung Kecamatan Jonggat.

Terkait rencana pemindahan ini, Pemkab Loteng sudah mengajukan permohonan pemanfaatan lahan eks PTP Puyung ke Pemprov NTB selaku pengelola lahan. “Surat resmi sudah kita kirim ke pemerintah provinsi. Untuk pemanfaatan lahan eks. PTP Puyung sebagai lokasi pembangunan kantor Bupati Loteng yang baru,” aku Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, kepada wartawan, Jumat, 21 Oktober 2016.

Iklan

Ia mengatakan, lokasi lahan eks PTP Puyung dipilih, karena letaknya yang sangat strategis, karena berdekatan langsung dengan kampus IPDN NTB serta kampus Politeknik Pariwisata yang sedang dalam proses pembangunan. Dengan begitu, kawasan ini nantinya bisa ikut berkembang.

Adapun untuk kantor Bupati Loteng yang sekarang, pemanfatan selanjutnya masih dikaji, mengingat proses pembangunan kantor Bupati Loteng yang baru baru akan dimulai tahun depan. “Lokasi kantor Bupati lama akan diapakan, nantinya kita lihat,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PBB DPRD Loteng, H.L. Arif Rahman Hakim, S.E., mengusulkan supaya lokasi pembangunan kantor Bupati Loteng baru dipindah ke lokasi lain. Tidak di lokasi kantor bupati yang sekarang ini, karena dari beberapa aspek, lebih menguntungkan bagi pemerintah daerah. Misalnya dari sisi aset daerah, tentu akan ada penambahan, karena ada gedung baru yang dibangun, jika di lokasi lain. Tetapi kalau tetap di lokasi lama, aset daerah tidak akan banyak berubah. Walaupun ada bangunan baru yang dibangun, karena bangunan lama pastinya dirobohkan dan dihapus dari daftar aset daerah.

Ia menjelaskan, jika dihitung nilai aset bangunan di luar tanah untuk kantor bupati lama sekitar Rp 54 miliar lebih. Kalau kemudian kantor Bupati Loteng baru dibangun di lahan kantor bupati lama, maka otomatis nilai aset tersebut jelas hilang. “Memang kalau di lokasi baru, pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran pembebasan lahan. Tapi kalau ada pilihan lahan yang sudah siap tanpa harus dibebaskan, jelas semakin baik,” sebutnya.

Dari sisi sosial, dengan pemindahan lokasi pembangunan kantor Bupati Loteng baru juga bisa memicu dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Karena pastinya, sekitar kawasan ini pastinya akan ikut berkembang, begitu ada kantor Bupati Loteng baru.

Sementara lokasi kantor bupati lama bisa digunakan untuk keperluan lain, bisa untuk wisma maupun kebutuhan lain, seperti pusat pendidikan dan pelatihan. “Prinsipnya, pembangunan kantor Bupati Loteng yang baru di lokasi lain, jauh lebih menguntungkan dari berbagai aspek,” tandas Arif. (kir)