Lobster yang Diselundupkan Dilepasliarkan di Pantai Cemara

Pihak Polres Lobar bersama BKIPM Mataram saat melepas benin lopster di perairan cemara Lembar, selasa, 7 Juli 2020. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Barat (Lobar) melepasliarkan 4.600 benih lobster yang berhasil diamankan dari TA, oknum guru SD di Jalan Raya Montong Kecamatan Batulayar ketika hendak dibawa menuju Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin, 6 Juli 2020.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Dhafid Shiddiq, Kamis, 9 Juli 2020, pelepasliaran dilakukan di Pantai Cemara Desa Lembar Selatan, Selasa, 7 Juli 2020. Pelepasan itu didampingi Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram (BKIPM). Dari hasil koordinasi dengan BKIPM benih bibit lobster ini rentan mati, apabila dibiarkan terlalu lama dengan kemasan plastik tersebut. Untuk itu, pihaknya segera melepasliarkan benih lobster tersebut ke laut.

Iklan

Sebelumnya, TA, seorang oknum guru SD asal Mataram diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lobar di Jalan Raya Montong Kecamatan Batulayar ketika hendak dibawa menuju KLU, Senin, 6 Juli 2020. Pelaku mengangkut benih lobster dengan menggunakan mobil Suzuki AVP, kemudian dibawa ke wilayah Nipah KLU. Benih lobster itu dimasukan di 46 bungkus plastik. Kemudian ditaruh dalam boks es styrofoam.

Ia menjelaskan, awal mula pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat. Diduga terdapat mobil yang mengangkut benih lobster dengan tujuan ke wilayah Lombok utara. Dan memang benar, saat melintas di wilayah Montong anggota unit Tipidter memberhentikan mobil dan melakukan pemeriksaan. “Hasil pemeriksaan anggota mendapati ada boks yang ditaruh di jok tengah mobil dan setelah diperiksa memang benar isinya benih lobster,” bebernya.

Pelaku sempat diamankan di Mapolres Lobar. Sedangkan barang bukti ribuan benih lobster tersebut dilepasliarkan di Pantai Cemara Desa Lembar Selatan. Atas perbuatannya, terduga pelaku disangkakan Pasal 16 ayat (1) jo pasal 88 UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004. Namun pelaku tidak dilakukan penahanan, hanya kenakan wajib lapor sambil melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. (her)

  Persisum U-17 Juara Region NTB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here