Lobito, Kenalkan Musik Tradisional Indian di Lombok

Mataram (suarantb.com) – Suasana berbeda menghiasi Lombok Epicentrum Mall (LEM) hari ini, Minggu, 16 Oktober 2016. Alunan musik yang terbilang asing menggema di salah satu sudut LEM. Mendekati asal suara, mata akan tertuju pada pernak-pernik bertemakan suku Indian. Di tengah dekorasi serba Indian itu berdirilah, Lobito, lelaki asli suku Indian memainkan alat musik tradisional Indian.

Musik yang dimainkan Lobito terbilang unik, perpaduan antara bunyi-bunyian alam dan alat musik tradisional Indian. Sungguh enak didengar dan menimbulkan semacam ketenangan bagi pendengar. Penampilan Lobito juga menarik banyak pengunjung LEM yang tertarik pada alunan musik yang dimainkannya.

Iklan

seluring

Inilah tujuan pertunjukan musik Lobito, memperkenalkan musik asli Indian sembari mengais rezeki. Demikian pengakuannya saat ditemui suarantb.com, di sela-sela penampilannya. “Saya keliling dari satu kota ke kota lain di Indonesia untuk memperkenalkan musik tradisional Indian. Sekalian ini juga lahan saya mencari nafkah,” jelasnya dalam bahasa Inggris yang fasih.

Libito berasal dari Bolivia dan sudah cukup lama menetap di Indonesia, yakni di Malang. Ia menikahi wanita Indonesia dan memilih tinggal di Indonesia. Sambil sesekali pulang kampung ke Bolivia. Walaupun demikian, ia masih belum bisa berbahasa Indonesia.

Alat musik yang dimainkan Libito antara lain quenas dan sikus, alat musik tiup. Dengan iringan latar musik tradisional Indian ia memadukan permainannya menjadi perpaduan apik yang enak didengar. “Saya bermain dengan iringan musik tradisional Indian. Musik-musik ini saya kumpulkan dari film dan berbagai sumber,” jelasnya.

Secara singkat Lobito menjelaskan musik tradisional Indian yang ia mainkan sebagian besar bertemakan cinta. Walaupun isinya hanya berupa permainan instrumen tanpa ada tambahan lirik lagu. “Cinta yang dimaksud di sini bukan hanya cinta sesama manusia. Namun, cinta kepada binatang, alam itu juga digambarkan dalam musik Indian,” imbuhnya.

Penjelasan Lobito bisa dipahami karena disela-sela alunan musik kadang diselipi suara binatang dan air terjun. Sembari mendengarkan musik ini pendengar akan terbayang kehidupan suku Indian yang terkenal dekat dengan alam.

Selain mendengarkan kelihaian Lobito memainkan alat musik. Pengunjung yang datang juga bisa membeli CD berisi rekaman musik Indian. Dari pantauan suarantb.com, cukup banyak yang membeli kaset karya Libito. Disamping kaset, Lobito juga menjual pernak-pernik khas suku Indian seperti gelang, kalung, dan sebagainya. (ros)