Lobi Dukungan DPD II, Ahyar Janji Tak Rombak Pimpinan DPRD

H. Ahyar Abduh. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh telah direstui oleh DPP Golkar untuk memimpin DPD I Golkar NTB melalui proses pemilihan secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar tanggal 22 Maret mendatang.

Namun karena masih ada beberapa DPD II sebagai pemilik suara dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB itu yang belum memberikan persetujuan dukungan terhadap Ahyar. Ahyar pun akan bergerak untuk melakukan lobi-lobi politik terhadap beberapa DPD II yang masih belum satu suara dengan DPP  yang menghendaki dirinya untuk diaklamasikan.

Iklan

“Soal dukungan dari DPD II, Insya Allah sedang saya usahakan. Saya rasa ini hanya soal komunikasi saja,” ujar Ahyar Abduh dalam keterangan persnya, Rabu, 18 Maret 2020.

Diketahui dari 10 DPD II Golkar di NTB yang memiliki hak suara dalam Musda, delapan diantaranya tidak mendukung Ahyar sebagai Ketua DPD I Golkar NTB. Mereka lebih memilih Bupati Lombok Tengah, H. Suhali FT untuk kembali memimpin Golkar NTB.

Namun karena mendapatkan dukungan dari DPP, Ahyar berkeyakinan kuat bahwa dia bisa mengkondisikan delapan DPD II itu untuk satu suara dengan keinginan DPP mengaklamasikan dirinya menjadi Ketua DPD I Golkar NTB.

Penolakan Ahyar Abduh untuk memimpin Partai Golkar NTB itu terjadi lantaran adanya isu yang berkembang bahwa Ahyar sudah terpilih, maka akan ada kebijakan perombakan besar-besaran terhadap sejumlah keputusan Ketua DPD I sebelumnya. Seperti soal pencalonan di Pilkada serentak 2020 dan juga pada pimpinan DPRD tempat Golkar sebagai pemenang pemilu, seperti Ketua DPRD NTB.

Isu itulah yang kemudian melahirkan resistensi terhadap Ahyar dari sejumlah kader Golkar yang merasa terancam dengan kepemimpinan Ahyar di Golkar NTB. Namun Ahyar menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya tidak akan ada hal yang demikian.

“Tidak benar saya akan melakukan perombakan sana-sini. Partai Golkar punya mekanisme dalam mengeluarkan kebijakan. Dan itu tidak bisa saya abaikan,” tegasnya.

Ahyar menilai hal itu hanya isu semata yang sengaja dihembuskan untuk menciptakan resestensi antara dirinya dengan para kader dan pengurus Golkar. Ditegaskan Ahyar bahwa dirinya bukan tipikal pemimpin yang memendam dendam.

“Bisa dilihat selama saya jadi ketua DPD Golkar Kota Mataram dan di pemerintahan. Apakah saya pernah melakukan perombakan sana sini? Saya kira itu hanya isu saja. Saya kader Golkar yang ingin berbuat yang terbaik untuk partai,” tegasnya.

Disampaikan Ahyar, ikhtiarnya untuk memimpin Partai Golkar semata-mata hanya ingin berhidmat terhadap partai yang sudah membesarkan dirinya, dan mengantarkan dirinya bisa duduk disejumlah jabatan strategis dan terakhir ini sebagai Walikota Mataram dua periode.

“Intinya saya maju karena ingin Partai Golkar ini solid dan rekonsiliasi bisa berjalan dengan baik. Saya ingin mengembalikan kejayaan Golkar di kabupaten/kota,” pungkasnya. (ndi)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional