Lobar Tutup Tambang Galian C Ilegal

Tim Pemkab Lobar seusai memasang plang penutupan lokasi galian C di Temas Lestari Desa Sesaot kecamatan Narmada.(Suara NTB/Ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Pemkab Lombok Barat (Lobar) terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP bersama unsur desa, kecamatan dan aparat Kepolisan turun melakukan penutupan lokasi pembukaan lahan serta galian C di dua lokasi. Masing-masing Galian C di Temas Lestari Desa Sesaot kecamatan Narnada dan pembukaan lahan di Pusuk Lestari kecmatan Batulayar.

Dua lokasi ini ditutup lantaran diduga tak mengantongi izin dan dikeluhkan oleh warga sekitar. Meskipun sempat mendapatkan keberatan dari pihak pengelola, namun tim Pemda tetap menutup lokasi tersebut.

Iklan

Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Lobar, Lale Widyani mengatakan, Kamis, 10 Juni 2021 timnya bersama Satpol PP, kecamatan, pihak desa, dan aparat turun menutup dua lokasi aktivitas ilegal. “Yakni Galian C di Temas Lestari Desa Sesaot dan aktivitas pembukaan lahan di Pusuk untuk dijadikan rest area seluas 1,4 hektar. Kami lakukan penutupan karena tak berizin, dan aktivitasnya dikeluhkan masyarakat,” jelas dia.

Untuk aktivitas di Pusuk ditutup setelah pihaknya mendapatkan laporan dari warga. Yang mana aktivitas itu tidak ada izinnya dan masyarakat resah. Warga khawatir terjadi longsor.  Pihaknya pun menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR. Hasil koordinasi itu, pihak Dinas PU menyatakan bahwa memang daerah itu zona rawan bencana.

Selanjutnya timnya turun melakukan penutupan. Sebelum melakukan tindakan penutupan itu, pihaknya lebih dulu berkoordinasi dengan desa dan kecamatan. Ternyata di Desa dan kecamatan juga tidak ada izinnya. “Sehingga kesimpulannya kami turun tutup bersama tim,” tukasnya. Tim yang turun terdiri dari Satpol PP, DLH lima orang, bhabinkamtibmaspol, Kades, dan kecamatan.

Pada saat dilakukan penutupan, pihak pengelola sempat keberatan namun tim menerangkan aturan yang menjadi dasar dilakukan penutupan. Di antaranya, tata ruang bahwa pihak TKPRD menyatakan di kawasan Pusuk itu tidak boleh dibangun. Perda nomor 3 tahun 2013 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dan perda nomor 11 tahun 2011 tentang RTRW Lobar. Begitupula di lokasi galian C di Temas Lestari Desa Sesaot. Aktifitas ini sekitar enam bulan beroperasi menyusul adanya keluhan warga setempat. Pihak Kapolsek, Kades, satpol PP dan Kecmatan serta DLH turun melakukan penutupan. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional