Lobar Tunggu Revisi Jadwal, Permintaan Tambahan Formasi CPNS Lotim Gagal

Syahrudin (Suara NTB/dok), Salmun Rahman (Suara NTB/yon)

Giri Menang (Suara NTB) – Pengumuman pendaftaran CPNS dan PPPK kemungkinan akan molor hingga akhir bulan ini. Pihak Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lombok Barat (Lobar) memperkirakan kepastian soal pendaftaran CPNS ini akan Keluar minggu ke-empat bulan ini atau akhir bulan ini. Pihak BKD tengah menunggu surat revisi jadwal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala BKD dan PSDM Lobar Syahrudin mengatakan sejauh ini belum ada kepastian soal pengumuman pendaftaran CPNS dan PPPK dari pusat. “Belum ada ini,ya kita tunggu dulu dari kementerian,” jelasnya, Selasa, 8 Juni 2021.

Iklan

Ketika ditanya, apakah persoalan regulasi juklak-juknis belum rampung, Syahrudin mengaku tidak berani mengomentari, karena itu kewenangan di Kemendikbud dan Dikti, sehingga pihaknya tak bisa berbuat banyak, selain hanya menunggu dari pusat.  Namun menurut perkiraannya, Minggu ke-empat bulan ini sudah ada gambaran soal itu. “Kami perkirakan minggu ke-empat bulan ini sudah ada kepastian gambaran soal itu (pendaftaran),”imbuhnya.

Meski  Pendaftaran belum ada kejelasan, pihaknya sudah siap melaksanakan. Karena dari sisi panitia, daerah sudah disiapkan. “Panitia sudah kami siapkan,” ujarnya.

Kepala Bidang pengadaan, penempatan, dan fasilitasi Purna Tugas (P2FPT) pada BKD dan PSDM Lobar, Lalu Suastariadi H  menjelaskan alasan jadwal direvisi, karena banyak persoalan yang belum selesai terkait pelaksanaan penerimaan seleksi CPNS dan PPPK. Persoalannya bukan di Lobar saja, namun seluruh Indonesia. Mengacu surat yang diterima dari BKN Tanggal 28 Mei lalu, terdapat beberapa persoalan yakni masih adanya usulan revisi dari penetapan kebutuhan formasi oleh beberapa instansi. Selain itu, masih beberapa peraturan termasuk di dalamnya juklak-juknis yang belum rampung.

Untuk Lobar, jelas dia, ada satu formasi yang direvisi yakni Analis Kesehatan, karena dalam formasi yang diberikan adalah jenjang pendidikan D4, berarti S1 tidak masuk, sehingga pihaknya mengusulkan perbaikan agar jenjang pendidikan S1 supaya jenjang pendidikan D4 bisa ikut mendaftar.

Sementara Kepala BKPSDM Lombok Timur (Lotim), Drs. Salmun Rahman, mengakui ada kesalahan formasi dalam format usulan yang diajukan ke pemerintah pusat. Pemda Lotim hanya dapat 407 kuota untuk PPPK dan CPNS 102 kuota CPNS. Pemda Lotim kemudian mencoba melakukan lobi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk tambahan formasi, sayangnya pengajuan itu ditolak.

 “Kita akui ini kesalahan kita. Untuk itu kami mohon maaf jika kuota formasi yang kita dapatkan untuk PPPK dan CPNS cukup sedikit,”terangnya.

Kendati demikian, Salmun Rahman menegaskan harapan masih ada karena di tahun 2022 akan kembali dibuka rekrutmen CPNS dan PPPK. Bahkan formasi di tahun 2022 akan lebih banyak, sehingga menjadi peluang bagi masyarakat di Kabupaten Lotim. Terlebih Kemendikbud masih membutuhkan 1 juta PPPK, sementara posisi PPPK saat ini berkisar antara 500 orang. (her/yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional