Lobar Terima 2.410 Dosis Vaksin, Vaksinasi di Lotim Diundur Pekan Depan

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengadakan Rapat Evaluasi Pengendalian Covid-19 dan rencana vaksinasi di Lobar, Selasa, 12 Januari 2021. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan diimunisasi vaksin Covid-19 pertama. Rencananya peluncuran sekaligus imunisasi vaksin pertama, Jumat, 14 Januari 2021. Setelah bupati dan forkompimda, imunisasi vaksinasi dilanjutkan terhadap ribuan orang tenaga kesehatan (nakes). Untuk vaksinasi ini, Pemkab Lobar menerima 2.410 dosis vaksin.

“Kalau saya siap. Kita percaya kepada lembaga negara,” jelas bupati dalam Rapat Evaluasi Pengendalian Covid 19, Selasa, 12 Januari 2021.

Bupati juga berpesan agar pemerintah dan elemen masyarakat lainnya selalu memberikan informasi, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan virus Corona ini. Khusus kepada para camat agar mendata seluruh tokoh adat, Tuan Guru dan tokoh masyarakat agar mendukung proses sosialsisai pemerintah dengan ikut serta bersama-sama mengedukasi masyarakat. Karena saat ini masyarakat sudah merasa meremehkan kasus covid-19 ini.

Di sisi lain, Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi menegaskan tiada satupun lembaga maupun individu yang dapat memastikan virus 19 ini selesai. Oleh sebab itu dibutuhkan peranan yang memastikan dan memahami segala indikator penyebab virus Corona ini terus berkembang. Dalam perkembangannya, jumlah perkiraan kasus terpaparnya Covid 19 di Kabupaten Lombok Barat berjumlah 23.298 kasus dengan rincian 9.319 kasus ringan, 9.319 kasus sedang, 3.495 kasus parah dan 1.165 kasus kritis, sedangkan angka kematian di Lobar sebanyak 34 kasus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakin dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lobar Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan, Lobar akan menerima jatah 2.410 vaksin Sinovac untuk tahap pertama bagi para tenaga kesehatan dan forkopimda. Dalam hal ini, ujarnya, Lobar dan Kota Mataram akan didahulukan. “Belum dikirim dari provinsi, mungkin kalau launching-nya hari Jumat, hari Kamis dikirim,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa, 12 Januari 2021.

Terkait pendistribusian vaksin, terlebih dahulu akan didistribusikan Dikes. Baru kemudian akan disalurkan ke 20 puskesmas dan dua rumah sakit di Lobar. Dan di rumah sakit dan puskesmas sudah disiapkan tempat penyimpanan vaksin tersebut.

Di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), vaksinasi akan dilakukan pekan depan. Menurut Kepala Dikes Lotim, dr. H. M. Hasbi Santosa, M.Kes, akibat keterbatasan vaksin yang dikirim ke NTB, jatah vaksin untuk Kabupaten Lotim belum didistribusikan oleh Dikes NTB dan vaksinasi pada Forkopimda direncanakan  pekan depan.

“Kalau rencana awal, apabila semua ketersediaan itu mencukupi. Maka Kabupaten Lotim ikut di hari Jumat tanggal 15 Januari. Posisi kita saat ini menunggu,” terangnya.

Sementara dari segi kesiapan baik sarana prasarana dan sumber daya manusia (SDM) sudah siap. Dari 35 puskesmas di Kabupaten Lotim, hanya dua puskesmas yang belum memiliki vaksin refrigator yang jenisnya semacam kulkas, namun memiliki spesifikasi khusus.  (her/yon)