Lobar Siapkan Rumah Singgah untuk Warga Miskin yang Berobat di Bali

Hj. Nurhidayah dan L. Marta Jaya (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) -Pemda bersama DPRD Lombok Barat akhirnya mengalokasikan anggaran hibah untuk rumah singgah bagi warga Lombok Barat (Lobar) yang dirujuk berobat ke rumah sakit Sanglah Bali. Kepastian ini diperoleh setelah usulan dari para pegiat kemanusiaan tersebut disetujui oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Lobar. Bahkan sudah masuk dalam APBD 2021.

“Sudah kita usulkan, dan kita koordinasi terus (dengan DPRD),” ungkap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lobar, L Martajaya yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin, 30 November 2020. Ia menjelaskan untuk pengadaan rumah singah bentukanya dengan menyewa rumah lengkap dengan perabotannya. Lantaran keterbasan anggaran jika ingin membeli lahan dan membangun. Anggaran yang diusulkan dikisaran Rp 100-150 juta pertahunnya. “Sewa, harga (tanah) di Bali mana ada ratusan juta. Kayak di Lombok Timur (Lotim). Kita sama sifatnya (sewa), jadi kalau mereka dirujuk bisa di sana,” jelasnya.

Nantinya rumah singgah itu akan dicari dekat dengan rumah sakit Sanglah Bali. Agar mempermudah akses bagi keluarga yang mengantar atau pasien. Kemudian terdapat penjaga dan petugas kebersihan yang bekerja di rumah singgah tersebut. “Karena kasihan menunggu jadwal berobat yang bisa sehari atau dua hari. Kita carikan lokasinya yang terdekat, sehingga mereka bisa jalan pun dalam waktu 10-15 menit,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah membenarkan bahwa pihaknya sudah menganggarkan untuk rumah singgah itu. Namun politisi Gerindra itu mengatakan bentukanya berupa dana hibah yang akan dikelola yayasan kemanusian Endri’s Foundation. Lantaran usulan rumah singgah itu masuk dari Dinsos saat ujung pembahasan. Sedangkan Dinsos sebagai leading sektornya tak menganggarkan itu. Nilainya mencapai sekitar Rp 150 juta. “Sementara untuk 2021 ini kami menyerahkan hibah kepada Yayasan Endri’s Foundatio yang akan mengelola rumah singgah di Bali. Nanti mereka yang mencari tempat,” jelasnya.

Meski demikian, ke depan tidak menutup kemungkinan rumah singah permanen bisa saja disiapkan. Namun kembali lagi Pemkab yang harus mengusulkan kepada DPRD. Sebab ia menilai perlu ada penjaga dan petugas kebersihan yang menetap di rumah singgah tersebut.“Biar tetap bersih, minimal itu ada dua (petugas). Ketika ada pasien dan keluarga pasien,” ungkapnya.
Menurutnya, sumber hibah rumah singgah itu berasal dari sejumlah hibah Pemkab Lobar yang dipotong. Dan untuk penambahan mengantikan pemotongan hibah itu pada APBD perubahan 2021 mendatang. Dari sekitar Rp 80 miliar jumlah dana hibah, pihaknya menyisir sekitar Rp 150 juta.“Hibah dari Pemkab Lobar itu yang kami sisir-sisir,” pungkasnya. (her)