Lobar Siap Kembangkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Julmansyah menerima kunjungan Tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lobar, Senin 5 April 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) siap menerapkan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Hal ini ditandai dengan kunjungan dari tim yang dipimpin Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lobar Lalu Ahmad Satriadi, S.T., ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Senin 5 April 2021. Tim tersebut diterima langsung Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Julmansyah, S.Hut., M.AP., dan didampingi 3 orang Tim Sinergi : H.M Nor, S.Sos, Hermin Riu, S.Sos dan Dyah Maryam Yudisianti, S.IP.,di Ruang Rapat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah mengingatkan, agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lobar dapat menerapkan dan melaksanakanprogram unggulan Perpustakaan Nasional,yakni transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Perpustakaan, tambahnya, harus bisa bertransformasi, sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat. Selain itu, dapat mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik menuju kesejahteraan atau dengan slogan literasi untuk kesejahteraan Julmansyah juga memberikan gambaran singkat atas prestasi yang telah diraih oleh kabupaten replikasi terdahulu, yakni Kabupaten Bima, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Sumbawa Barat. Bahkan, Kabupaten Lombok Tengah sebagai salah satu Kabupaten terbaik tingkat nasional dalam penerapan program transformasi perpustakaan.

Iklan

Pihaknya mengharapkan dengan diskusi ini dapat menginspirasi dan memberikan gambaran kepada Tim dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lobar untuk dapat menerapkan dan melaksanakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dimasa yang akan datang. Selain itu, ujarnya dalam upaya meningkatkan literasi diharapkan masing-masing Perpustakaan Kabupaten/Kota yang ada di NTB menciptakan branding (cerita ikon masing-masing daerah). Bentuk branding yang dilakukandalam bentuk kegiatan Lomba bercerita yang bertemakan cerita lokal cerita rakyat dari daerah yang bersangkutan.

Termasuk memaksimalkanUndang-Undang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya rekam Koleksi Deposit (Lokal Konten) karena karya cetak dan karya rekam ini merupakan hasil budaya bangsa yang sangat penting dan merupakan tolok ukur kemajuan intelektual bangsa. Sementara Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lobar Lalu Ahmad Satriadi mengharapkan pembinaan secara berkala dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB. Adanya pembinaan ini, program transformasiperpustakaan berbasis inklusi sosial di Lobar bisa terealisasi.

Selain itu, harapnya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lobar diprioritaskan dan dapat diusulkan sebagai salah satu kabupaten penerima manfaat program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial periode berikutnya. (ham)

Advertisement