Lobar Protes Pemprov Tak Serius Tangani Jalan Longsor

Salah satu titik jalan yang longsor berada di akses lingkar selatan Sekotong. (Suara NTB/her)

Giri Menang (suara NTB) -Lombok Barat (Lobar) menyampaikan protes terhadap Pemprov NTB karena dinilai tak serius menangani infrastruktur jalan yang longsor di daerah itu. Seperti akses jalan provinsi di jalur lingkar selatan Sekotong yang longsor sejak beberapa bulan lalu sampai saat belum diperbaiki. Penanganan akses jalan itu menjadi tanggung jawab provinsi. Selain jalan yang longsor, akses jalan provinsi yang rusak parah menuju fasilitas viral pelabuhan Gili Mas Lembar juga belum mendapatkan penanganan serius.

Warga secara swadaya menimbun beberapa titik jalan yang ambles dan berlubang. Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menegaskan, sejak awal jalan tersebut longsor di lingkar selatan Sekotong sudah diketahui dan dilaporkan ke Pemprov NTB. “Provisi sudah tahu, bahkan Balai Jalan sudah tahu,”terang Fauzan, Senin, 12 April 2021.

Iklan

Ia memahami penanganan perbaikan jalan itu kemungkinan terkendala anggaran karena kondisi Covid-19. Namun ia berharap harus segera ditangani, karena kondisi keuangan di kabupaten sendiri hampir semua anggaran untuk jalan agak tersendat.

Sementara itu, Anggota DPRD Lobar Dapil Sekotong – Lembar, Abu Bakar Abdullah mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah khususnya Pemprov NTB untuk penanganan infrastruktur seperti jalan di kawasan strategis dan vital di Lobar. Seperti di kawasan lingkar selatan Sekotong. Karena kawasan Sekotong menjadi penyangga KEK Mandalika. Karena itu, masih ada waktu bagi Pemda untuk menyiapkan dan menata kawasan ini karena perhelatan MotoGP tahun ini ditunda sampai tahun depan.

“Kawasan ini masuk super prioritas, karena itu jalan dari kawasan Mekaki Sekotong ke Mandalika yang longsor segera ditangani serius, jangan dibiarkan,”jelas dia.

Selain mendesak Perbaikan jalan, pihaknya juga mendorong perlu diperbanyak penataan rest area di jalur selatan itu. Karena pemandangan di sepanjang jalan tersebut termasuk penanganan jalan rusak menuju pelabuhan kapal pesiar Gili Mas Lembar. Akses jalan ini harus mendapatkan penanganan ekstra, karena sebentar lagi akan singgah kapal pesiar dari berbagai negara.

Jika jalannya masih jelek, tidak hanya akan mencoreng wajah NTB, namun Indonesia. Karena kawasan ini tidak lagi berbicara daerah namun masyarakat dunia yang akan datang melalui pelabuhan kapal pesiar ini. Karena itu ia meminta agar Pemprov dan Pemda mengambil peran masing-masing.

Politisi PKS ini mendesak Pemrov segera mengambil sikap dalam waktu segera. Ia berharap agar penanganan jangan menunggu tahun depan, bila perlu segera tahun ini. Paling tidak kata dia, dilakukan penanganan jangka pendek dan menengah. “Kalau jalan berlubang, masa tunggu tahun depan untuk diperbaiki. Apalagi ada sering terjadi kecelakaan,” ungkap dia.

Sehingga wajar ketika kata dia, warga melakukan aksi demonstrasi menuntut perbaikan jalan. Apalagi jalur ini ramai dilalui warga dan kendaraan barang. Dikonfirmasi terkait penanganan jalan lingkar selatan ini, Kepala Dinad PUPR NTB, H. Sahdan, S.T., M.T., mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian anggaran yang bisa dipergunakan untuk Perbaikan. “Itu masuk prioritas penanganan kami, tapi kami belum bisa bergerak untuk penanganan kalau belum ada kepastian ketersediaan anggaran,”ujarnya. (her)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional