Lobar Dorong Pertambangan Rakyat Ramah Lingkungan di Sekotong

Bupati Lobar,  H. Fauzan Khalid (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) siap mendukung Pemprov NTB untuk menangani tambang ilegal di Sekotong sebagai salah satu pemicu pencemaran lingkungan yang cukup tinggi di daerah itu. Pemda berharap Pemprov turun ke lokasi untuk memantau kondisi masyarakat dan mensosialisasikan tentang tambang ini. Di samping pemprov perlu mencari langkah win-win solution bagi warga setempat, salah satunya dengan mendorong pertambangan rakyat yang ramah lingkungan.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, mengatakan Pemda Lobar akan mengikuti langkah pemprov yang berwenang menangani masalah pertambangan. “Kalau kami akan mengikuti  langkah pemprov, karena kewenangan ada di provinsi, Kami mendorong pertambangan ramah lingkungan,” jelas dia.

Iklan

Dijelaskan dari sisi pemda, pihaknya terus mendorong pertambangan rakyat yang ramah lingkungan, sejauh ini baru ada satu pertambangan rakyat yang ramah lingkungan. Ke depan ia akan melakukan lobi ke pemprov agar pertambangan ramah lingkungan ini bisa diperbanyak di lokasi-lokasi tambang rakyat yang ada.

Sementara itu Wakil Bupati Hj. Sumiatun mengaku mendapatkan informasi terkait tingkat pencemaran di wilayah Sekotong, namun ia belum mendapatkan data yang konkret, bahkan menurut informasi yang ia peroleh pencemarannya tinggi. Menurut dia untuk penanganan tambang ini, langkah pemerintah harus sering turun melakukan sosialisasi ke bawah (masyarakat) terkait masalah tambang yang menggunakan bahan mercuri. “Perlu juga kembalikan ke kesadaran masyarakat kita, tidak mungkin kami sebagai aparatur pemerintah turun sosialisasi tanpa pemahaman dan kesadaran dari masyarakat itu yang harus kita lakukan,” kata Ketua DPD II Golkar Lobar ini.

Terkait langkah penutupan lokasi tambang ilegal di daerah Sekotong, menurut wabup, karena kewenangan masalah tambang ada di provinsi, maka apapun langkah yang dilakukan pemprov didukung oleh pemda. Namun kata dia, perlu juga melihat kondisi masyarakat untuk memberikan solusi bagi mereka. “Harus turun melihat seperti apa sih masyarakat, apa yang perlu kita lakukan untuk masyarakat agar tidak terjadi yang tak diiinginkan,” ujar dia.

Dari sudut pandang dia, penutupan tambang liar di Sekotong memang bisa dilakukan bertahap dan pelan-pelan. Namun harus turun sosialisasi dulu ke masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang untung dan rugi tambang liar tersebut. Di samping itu, pemerintah bisa menentukan apa langkah pemerintah terhadap masyarakat setempat. Tidak bisa, kata dia, serta merta menutup total, tanpa turun melakukan pendekatan dan sosialisasi serta pembinaan kepada masyarakat. ”Kita siap membantu, sebab kita selaku punya wilayah,”imbuh dia. (her)