Lobar Dibantu Aliansi Asia Pasifik Pulihkan Dampak Bencana

Aliansi Asia Pasifik membantu pemulihan dampak bencana di Lobar. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) dibantu Asia Pacific Alliance for Disaster (APAD) Management untuk menangani pemulihan bencana banjir dan longsor di wilayah Gunungsari serta Batulayar. Dalam kegiatan pemulihan pascabencana tersebut, pihak APAD menggandeng organisasi lokal. Untuk diketahui, Aliansi Asia Pasifik dibentuk oleh lima negara yang rentan bencana alam, yaitu Indonesia, Jepang, Srilanka, Korea Selatan dan Filipina.

Project Officer West Nusa Tenggara A-PAD Indonesia, Sahabudy Kusuma Wijaya mengatakan sejak awal bulan Januari tahun 2022 kegiatan pemulihan pascabanjir dan longsor. “Kami (APAD Indonesia) melakukan pemulihan di antaranya penyaluran Hygiene Kit, school kits dan sedot sumur warga yang terdampak banjir. Adapun lembaga-Lembaga yang digandeng dalam pemulihan tersebut diantaranya AMPLAS (Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan dan Sosial) dan ANT (Abisatya Nusa Tenggara Foundation),” terangnya, akhir pekan kemarin.

Iklan

Kegiatan sedot sumur yang terdampak banjir sudah dilakukan sejak tanggal 2 Januari 2022  dan jumlah sumur yang akan disedot sebanyak 120 titik yang tersebar di dua kecamatan terdampak. Selain sedot sumur, terdapat juga pendistribusian Hygiene kit 450 pcs, School kit 250 dan perlengkapan dapur untuk komunitas 8 unit di Desa Kekait Gunungsari dan Batulayar.

Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah mengatakan Pemda Lobar harus mempercepat penanganan pemulihan dampak bencana. Pasalnya, jangan sampai warga terlalu lama berada di pengungsian. (her)

Advertisement