Lobar Dapat Penghargaan Fasyankes ‘’Zero Mercury’’ dari Menkes RI

Sekda Lobar H. Baehaqi menyerahkan piagam penghargaan dari Kemenkes kepada Direktur RSUD Tripat dan Kepala UPT Puskesmas di Lobar terkait fasyankes zero mercury awal pekan ini. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menjadi kabupaten pertama di Provinsi NTB yang mendapat Penghargaan Penghapusan dan Penarikan Alat Kesehatan bermerkuri, yang ditetapkan dengan  Keputusan  Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI  Nomor : HK.02.02/III/934/2021.

Piagam Penghargaan dari Kementerian Kesehatan tersebut diserahkan kepada rumah sakit dan puskesmas oleh Sekda Lobar Dr.H.Baehaqi, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) drg.Hj. Ni Made Ambaryati, M.Kes, sesaat setelah apel pagi bersama dengan seluruh jajaran Dikes Lobar di halaman kantor Dikes awal pekan ini. Dalam Surat Keputusan tersebut sebanyak 2 rumah sakit di Lobar, yakni RSUD Tripat Gerung dan Rumah Sakit Awet Muda Narmada serta 19 puskesmas mendapat penghargaan atas upayanya melakukan penghapusan dan penggantian semua peralatan kesehatan dengan alat yang non merkuri.

Iklan

Penghargaan tersebut diperoleh atas kerja keras dan kerjasama semua pihak yang terlibat, terutama Seksi Penyehatan Lingkungan Bidang P2PL dengan Kepala Seksi H.Lalu Putranom, SKM bersama timnya. Bagaimana tidak dari tahun sebelumnya, sejak dikeluarkannya payung hukum atas penghapusan alkes bermerkuri tersebut, timnya sudah mulai melakukan langkah-langkah koordinasi untuk mewujudkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) bebas alkes bermerkuri tersebut. Sebagaimana diketahui Penarikan dan pengahpusan alkes bermerkuri tersebut diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri.

Dan disusul oleh Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 41 Tahun 2019, Tentang Penghapusan Dan Penarikan Alat Kesehatan Bermerkuri Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, serta Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan No.HK.02.02/I/2899/2019 Tentang Penghapusan Dan Penarikan Alat Kesehatan Bermerkuri.

Menurut Seksi Penyehatan Lingkungan Bidang P2PL H. Lalu Putranom, setelah berhasil membuat zero mercury di fasyankes milik pemerintah, pihaknya di Tim PL Dikes Lobar masih memiliki PR (tugas)  berat lagi. Yakni mengupayakan hal yang sama zero merkuri bagi semua fasyankes swasta yang terdaftar di Kabupaten Lobar, agar nantinya seluruh fasyankes baik milik pemerintah maupun swasta di Lobar 100% tidak ditemukan lagi penggunaan alkes bermerkuri seperti pada alat termometer, sfigmomanometer, dan dental amalgam bermerkuri.

Diharapkan ke depannya semua faskes swasta yang masih menggunakan alat bermerkuri tersebut agar menggantinya dengan peralatan yang non merkuri, sesuai dengan upaya dan kebiajakan pemerintah saat ini. Ditegaskannya, penggunaan merkuri mengakibatkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat, karena merkuri mengandung toksin saraf yang kuat, kontaminan global yang prioritas dan bahan kimia yang beracun dan menyebabkan bioakumulasi yang persisten. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional