Lobar dan KSB Turun Level I

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/dok)

PEMERINTAH Pusat kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 5 sampai 18 Oktober 2021 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 48 Tahun 2021. Dalam Inmendagri tersebut, dua daerah di NTB, yaitu Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) turun ke level 1.

Sedangkan delapan daerah di NTB belum berhasil keluar dari PPKM Level 2. Delapan kabupaten/kota yaitu Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota masih bertahan di PPKM Level 2, sama seperti dua minggu sebelumnya.

Iklan

‘’Sekarang Lombok Barat dan KSB masuk level 1, sedangkan 8 kabupaten/kota level 2 sesuai dengan Inmendagri No.48 Tahun 2021 tentang PPKM,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., dikonfirmasi di Mataram, Selasa, 5 Oktober 2021.

Fikri mengatakan Pemda terus berupaya agar delapan kabupaten/kota yang masih berstatus PPKM Level 2 segera menjadi level 1. Salah satu yang ditekankan dalam Inmendagri No. 48 Tahun 2021, kata Fikri, tracing dan testing harus terus ditingkatkan.

Dalam Inmendagri tersebut, Pemerintah Pusat memberikan target sebanyak 788 testing per hari. Dengan rincian, Lombok Barat 104, Lombok Tengah 141, Lombok Timur 178, Kabupaten Sumbawa 68, Dompu 38, Bima 73, KSB 23, Lombok Utara 33, Kota Mataram 74 dan Kota Bima 26.

“Kalau tracing masif dan testing bagus, akan berpengaruh terhadap level termasuk vaksinasi. Karena percepatan vaksinasi juga sangat berpengaruh,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat menargetkan jumlah testing di NTB sebanyak 2.243 orang per hari sesuai Inmendagri No. 44 Tahun 2021. Dengan rincian, Barat harus melakukan testing sebanyak 104 orang per hari. Kemudian Lombok Tengah 141 testing, Lombok Timur 889 testing, Sumbawa 340 testing, Dompu 189 testing, Bima 73 testing, Sumbawa Barat 23 testing, Lombok Utara 33 testing, Kota Mataram 369 testing dan Kota Bima 73 testing per hari.

Sejumlah indikator menunjukkan terjadinya pelandaian kasus Covid-19 di NTB. Antara lain, indikator level transmisi. Dalam indikator level transmisi beberapa komponen yang dilihat.

Dari 100.000 penduduk, angka konfirmasi harian sebesar 3. Kemudian, pasien rawat inap dari 100.000 penduduk sebanyak 0,53 dan angka meninggal dari 100.000 penduduk sebesar 0,13.

Kemudian indikator kapasitas respons. Fikri menyebutkan, angka positivity rate kasus Covid-19 di NTB di bawah satu persen, yaitu sebesar 0,75 persen. Selanjutnya, bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur pasien di rumah sakit sebesar 6,38 persen dan rasio kontak erat sebesar 11,31 persen. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional