Lobar Bertekad Pertahankan PPKM Level 1

Kegiatan vaksinasi massal di desa Peresak Kecamatan Narmada, Lobar. sebagai salah satu upaya mempertahankan status PPKM level 1.(Suara NTB/Ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) tak mau kecolongan untuk  mempertahankan predikat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 yang sejak pekan lalu diumumkan oleh pemerintah. Upaya 3T (Testing, tracing dan treatment) serta pengetatan protokol kesehatan (Prokes) melalui operasi yustisi terus ditingkatkan. Kegiatan masyarakat tidak serta merta dilonggarkan, karena tetap harus dibawah kendali tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

Sekretaris Tim Satgas, Dr. H Baehaqi yang dikonfrimasi akhir pekan kemarin mengatakan setelah PPKM Level 1 tak lantas Satgas membebaskan semua kegiatan tanpa kontrol Prokes. “Justru kita lebih hati-hati, supaya jangan kembali ke level 2 atau 3 lagi. Kayak sebelumnya pernah dua hari level satu terus balek lagi ke level 2,” jelasnya. Segala bentuk kegiatan yang perlu kontrol Prokes tetap harus melalui persetujuan Satgas. Seperti kegiatan besar, harus ada rekomendasi dari Satgas, bukan berarti ada kegiatan terus bebas tanpa rekomendasi Tim Satgas. Semua harus dilakukan supaya kasus covid-19 ini hilang.

Iklan

Ia tak ingin seperti di kota Mataram, di mana level 2 melonggarkan kegiatan masyarakat. “Kita tidak mau seperti itu, kita level 1 harus lebih hati-hati. Bukan secepat itu kami mengubah (melonggarkan), karena baru level 1 beberapa hari,” tukasnya. Pihaknya berupaya terus meningkatkan upaya 3T. Ketika ada penemuan satu kasus, minimal ditracing sebanyak 15 orang. Sejauh ini yang dilakukan lebih dari itu.

Pihaknya juga tidak mengendorkan prokes. “Kita terus tingkatkan 3T, dan Prokes tidak boleh kendor,” tegas Sekda Lobar ini. Selain upaya-upaya itu, pihak Pemkab juga terus berupaya mengejar target vaksinasi 50-70 persen belum depan. Sehingga herd immunity itu bisa segera dicapai. Upaya vaksikasi ini pun sudah diminta semua desa dan kecamatan melakukan upaya-upaya percepatan.

Sementara itu, Camat Narmada, M. Busyairi mengatakan untuk mempercepat vaksinasi pihaknya memaksimalkan informasi waktu dan tempat pelaksanaan vaksinasi, karena masyarakat saat ini mayoritas sudah menjadikan vaksin menjadi kebutuhan. “Tinggal ketersediaan vaksin yang perlu, jangan sampai masyarakat antusias tapi pas sampai lokasi, stok vaksin habis,” imbuhnya. Sejuah ini, dari data 3 puskesmas di wilayah Narmada pencapaian vaksinasi sudah di atas 25 persen.

Langkah pihaknya mengantisipasi kelambatan entri data warga sasaran vaksinasi. Di antaranya, dibutuhkan lebih banyak tenaga sehingga bisa lebih cepat prosesnya. Untuk antisipasi NIK yang belum online perlu didampingi operator kependudukan dari masing-masing kecamatan atau petugas Dukcapil, sehingga masyarakat bisa terlayani. Sedangkan untuk antisipasi blank spot, petugas harus menyiapkan modem menggunakan provider yang kuat disesuaikan kondisi lokasi,” ujarnya.

“Semua hal ini sudah dilaksanakan, bahkan sudah action,” jelasnya. Kaitan dengan vaksinasi, pihaknya bekerjasama dengan RSUP pernah melayani masyarakat sebanyak 700 orang selesai dalam waktu 3 jam. Semua tahapan tidak ada kendala karena sudah diantisipasi, masyarakat pun pulang membawa sertifikat.

Sementara itu Kades Peresak, Bahri mengatakan sejauh ini diperkirakan 40-50 persen warganya sudah divaksin. Di mana dari jumlah warga yang wajib vaksin sebanyak 5.273 jiwa, sudah divaksin 2.301 jiwa. Terdiri dari dosis 1 sebanyak 350 orang sedangkan dosis 2 1.951 orang. Warga yang belum vaksin sebanyak 2.972. “Banyak warga kami sudah vaksin, selain vaksinasi missal, juga mereka vaksin mandiri,” jelas dia.

Pihaknya sudah membuat format untuk mendata warga yang sudah dan belum vaksin di masing-masing dusun. Barulah data ini dihimpun di desa, sehingga dari situ nantinya terlihat, data warga yang belum dan sudah vaksin. Pihak desa pun turun door to door ke masing-masing rumah warga. Langkah ini juga tambah dia dalam rangka mendukung vaksinasi serbu dusun. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional