Lobar Akui Berat Capai Target Vaksinasi 70 Persen

Warga Sekotong antusias ikut vaksinasi, namun mereka kecewa vaksin tidak ada. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) mengaku berat mencapai target vaksinasi 70 persen di pertengahan bulan Oktober ini. Lantaran kondisi vaksin yang limit menyebabkan pelaksanan vaksinasi tersendat. Bahkan untuk sementara vaksinasi jenis Sinovac tak dilakukan di lapangan. Sementara yang tersedia hanya vaksin AstraZeneca, namun kurang diminati warga masyarakat. Kondisi stok vaksin kosong inipun dikeluhkan oleh warga.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KLDikes Lobar dr. Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan capaian vaksinasi sejauh ini baru 41,8 persen lebih dari target penduduk yang tervaksin mencapai 530.173 jiwa. Sedangkan 58,2 persen belum tervaksin. “Kendala vaksinasi ini dosis vaksin Sinovac kosong. Yang ada AstraZenaca 3.000 dosis, tapi masyarakat belum mau,” jelasnya, Minggu, 10 Oktober 2021.

Iklan

Vaksinasi menggunakan Sinovac sementara dihentikan, karena stok kosong. Yang berjalan vaksinasi menggunakan AstraZeneca.

Sejauh ini lanjut dia, progres vaksinasi baru mencapai 41,8-42 persen. Artinya sebagian besar atau 58 persen belum divaksin. Dengan kondisi stok vaksin kosong ini, ia mengaku berat bisa tercapai 70 persen bulan ini. “Kalau ada Sinovac optimis, tapi kalau vaksin lain berat,” aku dia.

Berdasarkan data Dikes, progres capaian vaksinasi di masing-masing kecamatan. Kecamatan Labuapi dan Lembar tertinggi dengan 53,3 persen. Sedangkan Labuapi, Sekotong dan Gunungsari masih rendah capaian vaksinasinya.

Keluhan vaksin kosong dikeluhkan warga masyarakat. Seperti disampaikan Sekretaris Desa Sekotong Tengah M. Rasid capaian vaksinasi di Kecamatan Sekotong termasuk paling rendah. Bukan karena masyarakat tidak mau divaksin. Namun akibat dosis vaksin yang selalu kurang. “Jangan sampai ada image masyarakat Sekotong tidak mau divaksin atau anti vaksin. Ini semata-mata, karena jatah vaksin selalu kurang untuk Kecamatan Sekotong,” tegasnya, Minggu, 10 Oktober 2021.

Ia menjadi saksi bagaimana antusias masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan seperti di Loang Batu, dan Lebah Suren berbondong-bondong datang untuk divaksin. Mereka rela berjalan jauh hanya untuk divaksin. Namun mereka kecewa, vaksinnya habis. Bahkan saat pelaksanaan vaksinasi di Dusun Long-Longan, 300 vaksin habis kurang dari 3 jam. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional