lkan Hiu Berukuran Enam Meter Tertangkap di Jaring Nelayan Lombok Timur

Ikan hiu yang secara tidak sengaja tertangkap di jaring nelayan asal Desa Ketapang Raya, Kabupaten Lombok Timur saat mencari ikan di laut Pantai Labuhan Haji, Rabu, 16 Juni 2021.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Ikan hiu berukuran besar menghebohkan nelayan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat tertangkap di jaring nelayan asal Desa Ketapang Raya, Lotim yang tengah mencari ikan. Hiu yang diperkiran memiliki panjang enam meter tersebut terjaring nelayan di perairan Labuhan Haji, Kabupaten Lotim.

Tertangkapnya hiu yang diperkirakan memiliki bobot 1,5 ton itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita, Rabu, 16 Juni 2021. Lantaran kondisinya begitu terlilit jaring, hiu tersebut dibawa oleh nelayan Hapipudin dan Abdul Kadir ke perairan Lungkak Ketapang Raya untuk proses pelepasan bersama pemerintah desa dan aparat setempat.

Iklan

Kepala Desa Ketapang Raya, Zulkifli mengaku jika nelayan menangkap ikan hiu itu secara tidak sengaja terjaring saat nelayan sedang mencari ikan di wilayah perairan Labuhan Haji. Warganya yang saat itu merasa ada tarikan di perahunya mencoba untuk mengangkat jaringnya dan melihat hiu yang terjaring.

“Nelayan kita mencoba melepaskan hiu itu begitu dilihat. Namun karena lilitannya di jaring begitu erat, nelayan kemudian membawanya pulang dan melapor ke kami (pemerintah desa, red),” terangnya.

Mengingat jarak antara laut Labuhan Haji dan Desa Ketapang Raya yang cukup jauh, Zulkifli mengaku mesin nelayan yang menggeret ikan hiu tersebut rusak. Selain disebabkan karena harus menggeret ikan dengan bobot yang cukup besar, tidak menutup kemungkinan terkena bagian tubuh dari ikan tersebut.

Hal itu dikarenakan, nelayan menyadari bahwa ikan bermotif tutul itu adalah jenis ikan yang dilindungi penuh. Perihal para nelayan tidak melepaskan langsung karena harus merusak seluruh serat jala yang harganya puluhan juta dan harus diganti rugi oleh pemerintah karena nelayan secara tidak sengaja menangkap ikan hiu tersebut.

Atas dasar itu, tercapai solusi kesepakatan setelah pihak dari Balai Konservasi Kementerian Kelautan Wilayah NTB menyatakan bertanggung jawab atas ganti rugi kepada nelayan sehingga sepakat melepas hiu tersebut ke habitatnya. Pelepasan dilakukan bersama tim dari KKP dan anggota Polsek bersama Pol Air.

“Nelayan kita memasang jaring atau jala ukuran sedang untuk menangkap jenis ikan teri. Tapi tidak sengaja menangkap ikan hiu yang dilindungi itu. Bersyukur masyarakat kita sadar untuk melepasnya,” ungkap Zulkifli. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional