Lirik Pasar Jakarta, Dompu Ajukan Pelabuhan Pekat untuk Tol Laut Angkut Sapi

Bupati Dompu, Kader Jaelani bersama jajarannya saat menemui Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di Kementrian Perhubungan RI, Senin, 7 Juni 2021.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Dompu mengajukan pelabuhan Calabai Dompu sebagai tempat sandar kapal tol laut yang mengangkut sapi tujuan Jakarta. Semula, jadwal pengiriman sapi Dompu ini menggunakan pelabuhan Bima. Sebanyak 1.300 ekor sapi asal Dompu untuk kebutuhan ibadah qurban akan dikirim ke Jakarta.

Perubahan dari pelabuhan Bima ke pelabuhan Calabai Dompu ini diperjuangkan langsung Bupati Dompu ke Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI, Senin, 7 Juni 2021. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, Ir Syarifuddin yang mendampingi Bupati saat dihubungi mengaku, tengah memperjuangkan perubahan pelabuhan tempat sandar kapal tol laut yang akan mengangkut sapi Dompu dari pelabuhan Bima ke pelabuhan Calabai Dompu. “Keputusan tadi disuruh rapat antara Direktur Lalu Lintas dengan Mentan. Supaya tanggal 14 (Juni) nanti. Kalau soal kapal, bisa saja. Tapi ini kaitan dengan pemindahan dari Mentri Pertanian,” ungkap Ir Syarifuddin.

Iklan

Selain perubahan pelabuhan untuk kapal tol laut, Syarifuddin juga mengaku, Bupati juga menanyakan perkembangan rencana pembangunan pelabuhan Nusantara Kilo. Saat ini, Dirjen Perhubungan Laut sedang menyusun SID untuk melengkapi DED yang telah disusun Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk pelabuhan Kilo. Selain itu, melengkapi berkas dan dokumen yang dibutuhkan untuk pembangunan pelabuhan, kondisi ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 juga menjadi hambatan. “Iya (Belum ada kepastian dimulai pembangunan). Lagi diupayakan saja oleh mereka (Dirjen). Maklum suasana Corona,” katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ir Zainal Arifin, MSI yang dihubungi terkait pengiriman sapi ke Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021 mengakui, kuota pengiriman ternak sapi dengan fasilitas kapal tol laut ke Jakarta untuk Dompu di pelabuhan Bima. Posisi ini merugikan Kabupaten Dompu, sehingga diajukan perubahan dari pelabuhan Bima ke pelabuhan Calabai Dompu. “Untuk kapal tol laut, itu diatur Kementrian Perubungan. Tapi untuk (muatan) rit-nya, itu oleh Dinas Peternakan Provinsi. Itu makanya kami sedang perjuangkan agar tanggal 14 Juni itu tetap untuk angkut sapi Dompu,” katanya.

Zainal mengaku, pasar sapi Jakarta selama ini belum dilirik pengusaha ternak Dompu akibat terbatasnya akses yang dimiliki. Tapi seiring perkembangan usaha dan potensi yang ada, banyak pengusaha Dompu yang melirik pasar sapi Jakarta untuk kebutuhan sapi qurban. “Makanya mereka hendak kirim 14 Juni, agar ada waktu istrahat di Jakarta sebelum dipasarkan jelang idul qurban,” terangnya.

Selama ini, pasar sapi potong ke Jakarta dimanfaatkan oleh pengusaha ternak Bima. Padahal sapi – sapi tersebut banyak dari wilayah Dompu dan ditampung di Bima untuk proses penggemukan. “Setelah sapinya siap, baru mereka bawa ke Jakarta. Kadang mereka siapkan itu satu tahun sebelum dikirim ke Jakarta,” ungkap Zainal. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional