Limbah Medis Khusus Covid-19 Tembus 1.477,12 Kilogram

Ilustrasi Limbah Medis (Gambar oleh alexroma dari Pixabay)

Taliwang (Suara NTB)– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa Barat, mencatat hingga bulan Agustus tahun 2021 sudah ada sekitar 1.477,12 kilogram limbah medis khusus Covid-19 yang dimusnahkan. Jumlah itupun cenderung meningkat dibandingkan dengan tahun 2020 yang hanya berada di angka 91,08 kilogram di bulan yang sama.

“Memang ada peningkatm limbah medis khusus Covid, khususnya di bulan Juli yang mencapai 341,02 kilogram yang musnahkan di tahun 2021,” ungkap Kepala Dinas LH Sumbawa Barat, kepada Suara NTB melalui Kabid pengelolaan sampah dan limbah B3 Dedi Damhuddy SP., M.Si, Senin, 13 September 2021. Bahkan di Bulan Juli, tercatat keterisian tempat tidur mencapai 47 persen dari jumlah tempat tidur yang disiapkan di angka 55 unit.

Iklan

Kendati terjadi peningkatan, dirinya memastikan tidak ada limbah yang tercecer kerana pengelolaannyasudah dipihak ketigakan. Hanya saja yang masih menjadi atensi pihaknya saat ini yakni limbah medis yang belum terambil di gudang khusus RSUD Asy Syifa Taliwang. Bahkan saat ini masih ada ribuan kilogram lagi yang terangkut, karena kehabisan anggaran sehingga menunggu penetepan APBD- Perubahan. “Khusus untuk limbah medis yang belum terangkut, kami tetap memberikan atensi khusus sehingga tidak ada yang tercecer karena sifatnya sangat berbahaya,” sebutnya.

Sementara hasil konfirmasi ke management RSUD terkait masih banyaknya limbah medis yang belum terangkut lanjutnya karena tidak ada anggaran. Sehingga penanganan lanjutan atas limbah tersebut dilakukan secara bertahap. Kendati demikian, pihaknya tetap menekankan agar persoalan ini bisa segera diselesaikan sebelum menjadi masalah. Selain di RSUD pihaknya juga menginstruksikan seluruh Puskesmas agar mengumpulkan limbah medisnya di RSUD. Sebab hasil pemantauan, penanganan limbah di Puskesmas belum optimal. “Memang untuk penanganan limbah medis Covid, kita sarankan untuk dilakukan di RSUD atau di pihak ketigakan supaya aman termasuk juga limbah di Puskesmas agar tidak menjadi masalah,” tukasnya. (ils)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional