Lima Warga Mumbu Digigit Anjing

Babinsa bersama warga Dusun Mekar Sari Desa Mumbu saat mengeliminasi HPR yang menggigit lima orang warga, Selasa, 14 Januari 2020.(Suara NTB/Ist_Ilham)

Dompu (Suara NTB) – Kasus gigitan anjing diduga terpapar rabies kembali terjadi di Dompu. Kali ini, Selasa, 14 Januari 2020 Pukul 9.45 Wita menimpa lima orang warga Dusun Mekarsari Desa Mumbu. Mereka Usman, H. M. Saleh, M. Yusuf, Mustafa Muhtar dan salah seorang warga kelahiran Sumba yang belum diketahui identitasnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, Ir. Zainal Arifin, M.Si, dikonfirmasi Suara NTB membenarkan adanya lima orang korban gigitan baru Hewan Pembawa Rabies (HPR) tersebut.

Iklan

Tak diketahui jelas kronologi insiden yang telah melukai kelima orang itu. Namun, atas laporan yang diterima, pihaknya sudah menerjunkan tim UPTD Kecamatan Woja untuk meninjau langsung kondisi lapangan serta mengambil sampel dari HPR ini. “Kita belum tahu jelas seperti apa, cuma informasinya ada seekor anjing yang menggigit lima orang warga,” ungkapnya.

Mengingat kejadian itu menyisakan bekas luka serius, kelima korban langsung dilarikan ke Puskesmas Dompu Barat untuk mendapat perawatan intensif. Sementara HPR-nya tak lama berhasil ditangkap dan dieliminasi warga bersama Babinsa dan aparatur terkait.

Munculnya gigitan baru meski belum berani dipastikan bersumber dari HPR yang sudah terpapar rabies, menurut dia, menunjukan anjing yang kini banyak dipelihara warga untuk keperluan berladang masih menjadi ancaman serius. Karenanya, warga harus tetap menaruh kewaspadaan.

“Disamping itu juga kita mengharapkan pemilik anjing supaya jangan melepas anjingnya. Dipelihara dan diikat dengan baik,” jelasnya.

Terhadap jajaran UPTD Woja, Tambah Zainal Arifin, juga ditekankan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, Babinsa, Babikamtibmas serta camat setempat untuk agenda eliminasi HPR liar dalam waktu dekat ini. Langkah cepat dinilai tepat untuk menekan bertambahnya korban gigitan binatang tersebut.

“Koordinasi itu harus kita lakukan karena kalau tidak begitu kita takut nanti petugas yang akan dikejar warga. Karena masyarakat pemilik anjing sekarang inikan lebih sayang sama anjingnya daripada nyawanya. Itu yang menjadi masalah di kita,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here