Lima Titik di Mataram Diidentifikasi Masih Jual Miras

Mataram (Suara NTB) -Meski diklaim terjadi penurunan aktivitas pedagang tuak, Satpol PP Kota Mataram mengidentifikasi lima titik peredaran minuman tradisional.

Titik paling banyak terpantau berada di Kecamatan Cakranegara. Sebagian di Kecamatan Mataram dan Ampenan.

Iklan

Kasat Pol PP Kota Mataram, Chaerul Anwar mengatakan, hasil pengecekan di beberapa titik terdapat lima titik masih berjualan secara demonstatif. Ini tersebar di wilayah Cakranegara, Mataram dan sebagian di Ampenan.

Mereka sebagian besar merupakan wajah baru. Tiga lainnya di Cakra Timur merupakan orang lama. Pihaknya telah berungkali memberikan peringatan. Rupanya, mereka membandel sehingga akan ditertibkan. “Yang tiga ini di samping gereja itu paling bandel,” akunya.

Chaerul mengakui, pascapemberian kompensasi oleh Pemkot Mataram beberapa bulan lalu. Aktivitas pedagang minuman keras tak terlihat. Muncul lagi wajah baru berusaha mencoba-coba berjualan di pinggir jalan.

Berkurangnya aktivitas pedagang miras menguatkan pernyataan Camat Cakranegara, M. Salman Rusdi. Ia mengaku, secara kuantitas jumlah pedagang miras tradisional di Cakranegara mulai berkurang dari sebelumnya. Salah satu contoh Cakra Utara. Dari 10 pedagang bertahan satu pedagang saja. Begitu pula di kelurahan lainnya berangsur – angsur berkurang.

Kalaupun masih ada seperti di Cakra Timur. Karena, masyarakat tidak mau dikelompokan saat mengajukan kompensasi. “Jadi jangan berbicara yang tersisa dulu. Perlu diapresiasi itu masyarakat sudah mau beralih profesi. Itu kita hargai,” kata Salman.

Artinya, kompensasi diberikan pemerintah cukup efektif. Beberapa kelurahan yang diberikan bantuan, 50 persen sudah berhenti. Walaupun ada, mereka tidak berjualan secara demonstratif.

“Dengan rentang waktu sekian bulan pengurangan sudah bagus,” tuturnya. Pemerintah tetap memberikan ultimatum kepada para pedagang, terutama mereka belum merima. Kecamatan maupun kelurahan berupaya memberikan surat pernyataan dan menanggung risiko apabila ada penertiban oleh tim yustisi.

Demikian pula disampaikan, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Ia mengatakam, penertiban pedagang miras tetap dilakukan secara bertahap. Perlu diapresiasi pascapemberian kompensasi bahwa aktivitas pedagang tuak mulai berkurang. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional