Lima Mesin ATM BRI di Mataram dan Lobar Terindentifikasi Dibobol

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak lima unit mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI di wilayah Mataram dan Lombok Barat teridentifikasi telah dibobol atau diskimming pelaku kejahatan. Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP. Haris Dinzah SIK, Selasa, 1 November 2016.

“Ada lima mesin ATM yang terindentifikasi pernah dilakukan skimming oleh pelaku. Ada di Mataram dan Lombok Barat. Yang pasti tempatnya tanpa penjagaan satpam,” ujar Haris saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolres Mataram, Selasa, 1 Bovember 2016.

Iklan

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan skimming ATM BRI yang terjadi. Haris menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisan masih menunggu data-data maupun dokumen kerahasian bank yang akan diberikan oleh BRI pada Polres Mataram untuk diselidiki.

“Kami masih menunggu data-data atau dokumen kerahasiaan bank. Isinya transaksi, berapa nasabah yang dirugikan, jumlah kerugian, dan hal lainnya. Informasinya, BRI nanti siang (tadi) akan menghadirkan dokumen-dokumen terkait, untuk kami telaah dulu,” jelasnya.

Sebelumnya, BRI melaporkan kasus dugaan skimming tersebut pada Polres Mataram. Hingga saat ini Polres Mataram telah berkoordinasi bersama Unit Cyber Crime Polda NTB untuk mengungkap kasus tersebut.

Indikasi adanya pelaku yang terekam melalui CCTV, dibenarkan oleh Haris. Namun, pelaku kesulitan untuk diidentifikasi, karena menggunakan jaket dan helm saat melakukan modifikasi pada salah satu mesin ATM.

“Ada satu rekaman (CCTV) yang sudah kita terima. Tapi tidak bisa kita beritahukan, karena masih kita gali lagi. Karena pelaku ini sangat profesional melakukan kejahatan. Sehingga ada kesulitan kami mengindentifikasi siapa pelakunya,” ungkapnya.

Namun, melalui informasi, dokumentasi maupun data-data yang akan diterima dari BRI, pihak kepolisian akan menggali pelakunya. Haris juga mengimbau pihak-pihak terkait dengan ATM tersebut, untuk selalu memprioritaskan keamanan yang maksimal pada mesin ATM.

“Saya mengimbau pihak keamanan, vendor, maupun bank agar memperketat penjagaan di ATM yang jauh dari pantauan. Terutama pada ATM yang tidak dilengkapi security,” imbaunya.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sekitar tiga hingga empat petugas BRI dalam kasus tersebut. “Petugas bank sudah diperiksa tentang teknis, SOP, dan lainnya. Sekitar tiga sampai empat orang telah kita periksa,” bebernya. (szr)