Lima Kecamatan di Mataram Masuk Zona Merah

Infografis

Mataram (Suara NTB) – Penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19 di Kota Mataram, ibarat fenomena gunung es. Pasien terinfeksi terus bertambah. Lima kecamatan masuk zona merah. Pencegahan penularan harus dimulai dari diri sendiri. Jumlah warga terindikasi terinfeksi virus corona terus meningkat setiap harinya.

Data tanggal 22 April 2020 pukul 12.00 Wita, terkonfirmasi 43 orang positif, 306 orang tanpa gejala, 68 orang kategori pasien dalam pengawasan, 38 orang dalam pemantauan, dua orang meninggal dan empat orang sembuh. Dari sisi penyebaran 90 persen kecamatan di ibukota provinsi NTB, terpapar. Data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bahwa Kecamatan Ampenan menduduki posisi pertama dengan jumlah 17 orang positif terinfeksi korona, satu orang meninggal dunia, 23 orang berstatus pasien dalam pengawasan dan 9 orang dalam pemantauan.

Iklan

Kecamatan Selaparang dengan satu kasus meninggal dunia, sembilan orang positif, 20 orang berstatus pasien dalam pengawasan dan sembilan orang dalam pemantauan. Kecamatan Sekarbela delapan orang positif, 11 orang berstatus pasien dalam pengawasan, tiga orang dalam pemantauan dan dua orang sembuh. Kecamatan Sandubaya satu orang positif, lima PDP dan dua ODP. Kecamatan Cakranegara terkonfirmasi satu tambahan warga positif sehingga menjadi dua orang, enam PDP dan delapan ODP.

Kecamatan Mataram masih zona kuning. Artinya, belum ada warga terkonfirmasi positif terinfeksi korona. Tetapi, tiga orang berstatus PDP dan tujuh orang dalam pemantauan. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Mataram, I Nyoman Suandiasa mengatakan, kasus Covid-19 ibarat fenomena gunung es.

Jumlah terpapar terkonfirmasi terus bertambah. Tren meningkatnya ini konsekuensi dari keberhasilan Pemkot melakukan tracking atau melacak warga yang memiliki potensi besar terpapar atau positif Covid-19. “Kita ketahui bersama keberhasilan bahwa hasil swab tadi malam delapan dari sembilan positif merupakan klaster Gowa,” kata Nyoman dikonfirmasi, Rabu, 22 April 2020.

Penulusuran itu sebagai salah satu upaya Pemkot Mataram memutus mata rantai penyebaran corona. Nyoman juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika membenarkan, lima dari enam kecamatan di Kota Mataram termasuk zona merah penyebaran virus korona. “Iya, minus Kecamatan Mataram,” sebutnya.

Langkah selanjutnya mencegah penularan adalah tetap dengan pola lama yakni dengan konsisten menekakan social dan physical distancing. Terlepas dari itu, masyarakat ataupun kelompok lainnya tidak banyak berpolemik dan berdiskusi. Saat ini, dibutuhkan langkah konkrit untuk memutus mata rantai penyebaran. Langkah minimalnya adalah dimulai dari diri sendiri.

Misalnya, rajin cuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak serta pola hidup bersih dan sehat. “Seperti ditekankan Pak Wali mari berhenti berdebat atau berpolemik. Sekarang butuh langkah konkrit memutus mata rantai penyebaran,” tirunya. Tidak menutup kemungkinan kata Nyoman, pasien positif terinfeksi terus bertambah. Dari 119 klaster Gowa yang di RDT. 31 orang menunjukan reaktif dan 12 orang positif. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional