Lima Kabupaten/Kota di NTB Terima Dana Hibah Pariwisata

Ilustrasi Uang (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Lima kabupaten/kota di NTB menerima dana hibah pariwisata dari Pemerintah Pusat untuk tahun anggaran 2020. Penyaluran dana hibah tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional di sektor pariwisata, terutama setelah terdampak pandemi virus Corona (Covid-19) sejak Maret lalu.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, L. Hasbulwadi, menyebutkan, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp 46.899350.000. Rinciannya, Kabupaten Lombok Utara (KLU) meneripa Rp. 15.324.430.000, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Rp. 13.592.300.000, Kota Mataram Rp. 7.902.800.000, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Rp. 5.962.750.000 dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Rp. 4.117.070.000.

‘’Ini tujuannya untuk membantu pemerintah daerah (pemda) dan industri pariwisata seperti hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami gangguan finansial, serta recovery (pemulihan) PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi Pemda,’’ ujar Hasbulwadi saat dikonfirmasi, Jumat, 16 Oktober 2020.

Penyaluran dana hibah tersebut akan dilaksanakan pada periode September – Desember. Pemilihan kabupaten/kota yang menerima dana hibah didasarkan pada besaran dampak ekonomi sektor pariwisata yang disebabkan pandemi Covid-19.

‘’Ini khususnya untuk industri hotel dan restoran sehingga dapat menggerakkan kembali kegiatan pariwisata,’’ jelasnya. Diterangkan, penggunaan dana hibah tersebut telah diatur oleh Pemerintah Pusat antara lain 70 persen sebagai stimulus bagi industri hotel dan restoran, serta 30 persen kepada pemerintah daerah untuk penanganan dampak ekonomi dan sosial.

Sebagai informasi, Pemerintah Pusat menentukan beberapa kriteria kepada kabupaten/kota yang berhak menerima dana hibah tersebut. Antara lain 10 destinasi pariwisata prioritas dan lima destinasi super prioritas. Kemudian ibu kota provinsi, destinasi branding pariwisata daerah, daerah dengan realisasi pajak hotel dan restoran minimal 15 persen. Serta daerah yang termasuk sebagai lokasi 100 calendar of event.

Terpisah, Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, I Gusti Lanang Patra, menerangkan penyaluran dana hibah tersebut akan sangat membantu pelaku usaha. Terutama untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata setelah terdampak pandemi selama satu semester.

‘’Ini bisa untuk merangsang para wisatawan supaya datang ke daerah kita atau ke destinasi kita. Misalnya kita subsidi sedikit harga hotel kita,’’ ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2020. Menurut Lanang, pandemi Covid-19 memang telah mempengaruhi sektor pariwisata cukup dalam, terutama dengan sepinya wisatawan.

‘’Dengan pemerintah memberikan semacam stimulus untuk menggerakkan ini, jadi pemerintah yang mengharapkan PAD dari pajak hotel dan restoran mungkin juga mengerti ada penurunan. Kita berharap ini bisa menggeliatkan lagi sektor usaha kita,’’ harapnya. (bay)