Lima Jam, Warga Punia Bertarung dengan Banjir

Mataram (suarantb.com) – Genangan air yang merendam rumah warga di BTN Tanah Aji RT 05, Lingkungan Punia Saba, Kelurahan Punia mulai surut setelah menggenangi tiga jalan di lingkungan tersebut selama lima jam. Pantauan suarantb.com, genangan air di Jalan Rembang telah turun hingga sebatas betis orang dewasa, sementara dua jalan lainnya, yaitu Jalan Banyumas dan Jalan Jepara telah mengering, Sabtu sore, 19 November 2016.

Jalan Rembang yang masih tergenang air masih dipasangkan palang bambu untuk menghindari kendaraan berlalu-lalang di area tersebut. Sebab dengan ketinggian air yang masih tersisa pada pukul 18.00 WITA, dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi mesin kendaraan. Diperkirakan genangan air mengering di Jalan Rembang setelah satu atau dua jam berlalu. Dengan demikian, aktivitas penduduk setempat  kembali normal.

Iklan

Beberapa rumah yang sempat terendam hingga ke dalam ruangan terlihat menyisakan kotoran dan lumpur pada perabotan rumah tangga yang sempat terendam. Namun, kondisi lingkungan rumah-rumah penduduk sudah terlihat kering.

Penduduk BTN Tanah Aji RT 05, Theodorus Nong Soge beserta beberapa warga lain telah membenahi saluran air dari bangunan-bangunan, sehingga genangan air di dalam rumah-rumah warga dapat mengalir keluar.

Selain permasalahan elevasi tanah di area tersebut, luapan air dari kali dan saluran yang ada juga memengaruhi ketinggian air yang menggenangi lingkungan tersebut. Menurut Theodorus, beberapa saluran telah tersumbat oleh adanya pengendapan pasir buangan bangunan-bangunan besar di sekitar tempat tersebut. Penyerapan air juga terhambat akibat penyempitan saluran sanitasi dan kali yang ada, beberapa saluran telah ditutupi beton setelah banyaknya pembangunan di sekitar lingkungan tersebut.

“Itu di perempatan sana (menuju Jalan Sriwijaya) salurannya makin kecil itu, belum lagi ada beton-beton yang nutupin,” jelasnya kepada suarantb.com.

Akibat penutupan oleh beton dan kurangnya saluran air, penyerapan air oleh tanah menjadi semakin lambat. Akibatnya setiap kali hujan dengan durasi 1,5 jam dengan debit sedang, lingkungan tersebut dipastikan mengalami banjir yang jauh lebih tinggi dari lingkungan sekitar.

  TKI Protes Ponsel Disita di Bandara, Ini Penjelasan Dinas Perdagangan NTB

“Setiap kali hujan, kita di sini pasti banjir. Ini sudah surut airnya, tadi kalau mau ke sini harus pakai pelampung renang,” imbuhnya sembari menunjuk ukuran air yang membasahi pakaiannya hingga ke pinggang.

Warga BTN Tanah Aji RT 05 tersebut pun telah mengadakan rapat mengenai permasalahan yang dialami dengan ketua RT, H. Denny Arief Masyhudi. Hingga air surut, Lurah Punia masih belum turun meninjau lokasi tersebut. Denny mengaku telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada kepala Lingkungan Punia Saba mengenai genangan tersebut.

Bersama Lurah Punia, warga yang diwakili ketua RT BTN Tanah Aji akan mengajukan usulan solusi penanganan banjir di wilayah tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram. Ia berharap, solusi untuk kondisi tersebut dapat ditangani secepatnya sehingga banjir tidak lagi terjadi di waktu berikutnya. Ia mengusulkan pembuatan sudetan dari area yang diduga sumber datangnya air yang bermuara di lokasi banjir RT 05 Punia Saba tersebut.

“Karena kita elevasinya rendah, sementara di sebelah timur, selatan dan yang lainnya agak tinggi. Jadi seperti mangkuk, kita di berada di cekungannya, air ngumpulnya ke sini,” papar Denny.

Ia mengharap adanya sudetan atau sejenisnya dapat menghalangi aliran air ke wilayah BTN Tanah Aji, sehingga permasalahan banjir di lokasi tersebut tidak terulang lagi. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here