Lima Belas Desa di Dompu Dapat Penghargaan Bebas STBM

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes.

Dompu (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu terus menggalakan gerakan SANTABE, yaitu gerakan sanitasi tanggungjawab bersama. Gerakan ini untuk mewujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan 5 pilarnya. Momen HUT Dompu ke-203, sebanyak 15 Desa se Kabupaten Dompu mendapat penghargaan bebas STBM sebagai bentuk apresiasi pemerintah.

Iklan

Adapun Desa/Kelurahan penerima penghargaan Desa STBM diantaranya Lepadi, Tembalae, Lune, Woko, Ranggo, Bara, Bakajaya,Madaprama, Riwo, Dorebara, Katua, Karamabura, Manggenae, Kampasi Meci, Nusa Jaya, Suka Damai, Lanci Jaya, Songgajah, dan Kadindi. Penghargaan Desa bebas STBM ini diserahkan oleh Dr. H. Agus Patria, SH, MH yang hadir mewakili Gubernur NTB pada upacara peringatan HUT Dompu ke 203 tahun, Senin, 16 April 2018, bersama Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin, wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH beserta anggota Muspida.

Selain kepada Desa, penghargaan juga diberikan kepada For – PaS Kabupaten Dompu sebagai Young Entrepreneur dalam bidang sanitasi atas peran aktifnya selama ini dalam membantu pencapaian target RPJMD. Penghargaan ini diterima langsung Rudi Purtomo, SP selaku ketua For – PaS Kabupaten Dompu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes kepada Suara NTB usai pemberian penghargaan kepada para kepala Desa mengungkapkan, STBM ini untuk menggerakan masyarakat supaya berperilaku bersih dan sehat terutama untuk mencegah penyakit.

“Data di Dinas Kesehatan, penyakit terbanyak berbasis lingkungan. Untuk mencegah tersebut, harus melakukan gerakan STBM dengan gerakan Santabe atau sanitasi tanggungjawab bersama,” katanya.

Gerakan Santabe, kata Hj Iris Juita, untuk mensosialisasikan dan menkampanyekan bahwa menjaga lingkungan sebagai tanggungjawab bersama, bukan hanya tanggungjawab Dinas Kesehatan atau pemerintah, tapi menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta.

“Gerakan santabe, sanitasi tanggungjawab bersama. Tidak hanya tanggungjawab Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah, tapi menjadi tanggungjawab pemerintah, swasta dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat Dompu menerapkan 5 pilar STBM. Yaitu stop buang besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, dan pengamanan limbah cair rumah tangga.

“Semua Desa harus melaksanakan 5 pilar STBM. Penghargaan ini kita berikan untuk memberikan apresiasi kepada Desa untuk melaksanakan 5 pilar STBM,” katanya.

Diakui Hj. Iris Juita, sesuai RPJMD Kabupaten Dompu untuk tahun 2018 ditargetkan sebanyak 35 Desa STBM. Hingga saat ini baru 25 Desa yang dinyatakan Desa STBM dan tinggal 10 Desa yang akan diwujudkan penerapannya dalam waktu dekat. “Insyaalllah dalam 2 bulan kedepan akan diselesaikan 10 Desa tersebut,” katanya. (ula/*)