Liburan Akhir Tahun, Homestay di Lotim Sepi Pesanan

Ilustrasi kamar homestay. (Sumber foto: Flickr)

Selong (Suara NTB) – Menjelang libur panjang air tahun, homestay di Lombok Timur (Lotim) sepi pesanan. Suasana masih pandemi corona virus disease (Covid-19) membuat wisatawan banyak membatalkan kunjungannya.

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Homestay Lotim, Mirzoan Ilhamdi kepada Suara NTB, Rabu, 23 Desember 2020.

Diakuinya, banyak syarat yang harus dipenuhi ketika terbang ke Lombok dan daerah lain di Indonesia membuat para tamu yang siap menginap di homestay menunda kedatangannya.

“Saya ini ada 10 orang tamu saya yang cancel datang karena berat syarat masuk ke Lombok selama pandemi ini,” ucap Mirzoan.

Meski demikian, minat pelaku-pelaku wisata untuk mendirikan homestay di Lotim ini cukup tinggi. Saat ini, di keanggotaan Asosiasi Homstay Lotim sendiri 70 homestay di Lotim. Di luar itu masih cukup banyak. “Jumlahnya bisa ratusan homestay,” sebutnya.

Pembangunan homestay ini katanya seperti jamur di musim hujan. Meski tidak ada tamu selama masa pandemi, dijadikan kesempatan pelaku wisata untuk menata homestaynya menjadi lebih baik. Seperti di Sembalun, saat ini bermunculan homestay baru.

Homestay di Sembalun ini cukup potensial dikembangkan. Minat menginap di homestay sembalun cukup tinggi dibandingkan di wilayah pantai. “Jadi sekarang ini teman-teman pelaku masih adaftif dengan kondisi pandemi. Selain menata homestay ada yang kembali bertani dan berkreasi,” ucapnya.

Senada disampaikan Jumaidi, pelaku wisata di Desa Tereng Wilis Kecamatan Montong Gading.  Selama pandemi covid meski liburan panjang akhir tahun, homestay di Lotim masih sepi kunjungan. Memang ada beberapa orang saja yang pesan akan tetapi tidak seramai tahun 2019 lalu. “Kalau tahun 2019 lalu kita kewalahan menerima tamu,” ucapnya.

Para tamu yang datang saat ini hanya berlalu. Wisatawan lokal yang mengunjungi objek wisata hanya sekadar datang lalu pergi dan tidak ada yang menginap di homestay. “Tahun lalu, bule saja banyak yang datang sehingga kita dulu kewalahan, sekarang ini sepi peminat dan kita maklumi karena pandemi,” demikian imbuhnya. (rus)