Libur Sekolah di Mataram Kemungkinan Diperpanjang

Lalu Fatwir Uzali, Aidy Furqan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram membeberkan kemungkinan memperpanjang libur sekolah. Hal itu akan dilakukan karena meningkatnya Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan pasien positif virus Corona (Covid-19) di Kota Mataram. Meski demikian, Disdik tetap menunggu instruksi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kota Mataram.

Kepala Disdik Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., dihubungi Senin, 6 April 2020 mengatakan, libur siswa sampai dengan 11 April kemungkinan akan diperpanjang lagi. Karena wabah virus Corona masih belum tuntas, dan siswa juga ada yang datang dari keluarga ODP.

Iklan

“Kita tidak ingin anak-anak menjadi ketakutan masuk sekolah. Kami masih menunggu instruksi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kota Mataram seperti apa ke depannya masalah wabah tersebut,” ujar Fatwir.

Sebelumnya, Disdik Kota Mataram memperpanjang libur belajar di sekolah dan mengganti dengan pembelajaran jarak jauh sampai dengan 11 April 2020. Hal itu sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona. Kepala sekolah juga diharapkan bisa menyesuaikan situasi saat ini sesuai dengan kondisi masing-masing di sekolah. “Kepala sekolah yang paham dengan kondisi sekolah masing-masing,” kata Fatwir.

Pihaknya juga sedang menyusun draf untuk ketentuan teknis kenaikan kelas bagi siswa. “Kami akan susun sesuai peraturan menteri pendidikan yang ada,” katanya.

Berdasarkan surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid- 19, Kemendikbud memberikan arahan terkait kenaikan kelas yaitu ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya Surat Edaran.

Di samping itu, Fatwir juga meminta guru memberikan porsi seimbang antara pemberian materi dan tugas bagi siswa selama masa pembelajaran mandiri di rumah. Siswa juga diharapkan meluangkan waktu untuk mengerjakan tugas dari guru. “Kedua duanya, tetap pada porsi tidak membebankan siswa, tetapi siswa juga harus meluangkan waktu untuk mengerjakan beberapa tugas dari gurunya,” katanya.

Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB belum memutuskan akan memperpanjang libur sekolah untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Dalam hal ini Dinas Dikbud NTB akan mengevaluasi terlebih dahulu libur kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka yang sudah dilakukan selama ini.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., dihubungi akhir pekan kemarin, mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi libur pembelajaran di sekolah. Seperti diketahui Dikbud NTB memperpanjang layanan kegiatan belajar mandiri di rumah sampai dengan 13 April 2020. “Dievaluasi dulu (perpanjangan libur itu),” ujarnya.

Aidy mengatakan, selama libur sekolah,  kepala sekolah diminta agar menyusun langkah strategis dan terukur untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar baik aktivitas guru maupun siswa dalam kurun waktu tersebut. “Sekolah juga diminta tidak memberikan tugas kelompok dan tugas lainnya yang membuat para siswa atau siswi keluar rumah,” kata Aidy.

Sementara itu berbagai agenda pendidikan juga sudah dibatalkan, seperti ujian nasional dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi SMK. Sementara untuk ujian sekolah tidak dilakukan secara tatap muka. Aidy mengatakan, bagi siswa yang belum mengikuti ujian sekolah dapat diganti dengan assesmen dalam bentuk penugasan pemecahan masalah, penugasan proyek, penugasan produk atau bentuk lainnya. Bagi sekolah yang belum melaksanakan ujian sekolah dapat dilaksanakan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring (dalam jaringan) dan/atau asesmen jarak jauh lainnya.  (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here