Libur Sekolah di Mataram Diperpanjang

H. Lalu Fatwir Uzali.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram kembali memperpanjang libur sekolah bagi siswa. Kegiatan belajar mengajar dimulai awal Juli mendatang. Sekolah tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Peserta didik awalnya masuk sekolah pada 2 Juni pekan depan. Setelah dilakukan evaluasi, diputuskan menambah libur sekolah selama dua pekan.

Kebijakan menambah libur 14 hari dijelaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram,H.Lalu Fatwir Uzali dikonfirmasi, Kamis, 28 Mei 2020 karena memang menjadi hak siswa untuk libur. Sekolah tidak ada aktivitas belajar mengajar secara daring dan lain sebagainya. Kenapa 14 hari karena setiap dua minggu sekali kita lakukan evaluasi di sekolah. Kalau sekarang ini hak anak untuk libur, kata Fatwir.

Iklan

Perpanjangan libur sekolah akan berakhir tanggal 13 Juli. Akan tetapi, sekolah akan disibukan dengan penerimaan peserta didik baru mulai tanggal 15 27 Juni. Sehingga, tidak dimungkinkan anak belajar di dalam kelas karena berkaitan dengan konsentrasi peserta didik menerima pelajaran. Fatwir menjelaskan, mekanisme PPDB di tengah pandemi Covid-19 disesuaikan protokol Covid-19.

Seperti, tidak boleh ada kerumunan, jaga jarak dan sebagainya. Kita baru siapkan masuk sekolah tanggal 3 Juli. Tetapi tergantung gugus tugas apakah kita diperbolehkan atau tidak, bebernya. Sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai, Dinas Pendidikan akan memeriksa kesiapan sekolah dari sisi infrastrukturnya. Seperti, tempat cuci tangan, handsanitizer, meja kursi dan lain sebagainya.

Fazwir menegaskan, kegiatan siswa di sekolah diawali dengan trauma healing. Selain itu, tidak secara keseluruhan siswa masuk, tetapi akan dibagi. Misalnya kelas 1,2 dan 3 untuk siswa SD masuk berapa hari. Sisanya masuk berapa hari, jelasnya. Pembagian jadwal sekolah siswa berkaitan dengan infrastruktur sekolah tidak memadai. Pengaturan itu menyambut kenormalan baru tersebut. Disamping itu, sekolah juga harus tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19. (cem)