Libur Panjang, Penumpang Pesawat Naik 63 Persen

Praya (Suara NTB) – Jumlah penumpang pesawat di Lombok International Airport (LIA) selama libur panjang akhir pekan (long weekend) minggu kemarin, mengalami lonjakan cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada hari biasa, pada puncak libur akhir pekan kemarin peningkatan penumpang mencapai hingga 63 persen.

General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I LIA, I Gusti Ngurah Ardita, Selasa, 2 Mei 2017, menyebut, sejak tanggal 28 April sampai 1 Mei, jumlah penumpang pesawat di LIA tercatat sebanyak 44 ribu penumpang. Angka tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada hari bisa dalam jangka waktu yang sama. Adapun rincian jumlah penumpang, ujarnya, untuk penumpang yang datang mencapai 22.630 orang, yakni 20.480 penumpang domestik dan penumpang internasional mencapai 2.150 orang. Sementara untuk penumpang berangkat, sebanyak 19.383 penumpang domestik ditambah 2.193 penumpang internasional.

Iklan

Tingginya lonjakan penumpang selama libur panjang akhir pekan, ujarnya, membuat sejumlah maskapai penerbangan melakukan penambahan penerbangan atau extra flight sebanyak lima kali. ‘’Masing-masing untuk tujuan Lombok-Surabaya sebanyak 3 extra flight. Sisanya tujuan Lombok-Jakarta,’’ ujarnya.

Bahkan, maskapai Garuda Indonesia sampai-sampai harus mengganti pesawatnya dengan pesawat berbadan lebar jenis Airbus 330 untuk bisa mengangkut penumpang yang cukup banyak. Adanya kondisi ini, ujarnya, menunjukkan kalau Pulau Lombok khususnya sekarang sudah menjadi salah satu destinasi wisata utama yang wajib dikunjungi dan tidak lagi menjadi destinasi wisata alternative, selain Bali dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Apalagi, sebagai besar penumpang merupakan wisatawan yang ingin menikmati libur panjang akhir pekan. Tren ini, ujarnya, diharapkan bisa terus meningkat di kemudian hari .

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang di masa mendatang, pihaknya juga terus melakukan pembenahan. Untuk saat ini, pihaknya sudah melakukan optimalisasi gedung terminal dengan memanfaatkan lantai tiga terminal bandara sebagai ruang tunggu tambah. Mengingat, ruang tunggu yang sudah ada sudah tidak mampu menampung jumlah penumpang.

“Sekarang selain ruang tunggu dilantai II, kita juga manfaatkan ruang tunggu di lantai III. Sehingga semua penumpang pesawat, khususnya pada jam-jam sibuk bisa tertampung seluruhnya,” pungkas Ardita. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here