Libur Panjang, BKD Kota Mataram Khawatir Penyerapan Pajak Terganggu

Mataram (Suara NTB) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram was-was dengan libur panjang tahun ini. Dikhawatirkan, penyerapan pajak justru tak maksimal. Pajak yang segera jatuh tempo pada 31 Agustus mendatang yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Realisasi di awal triwulan kedua baru mencapai Rp7 miliar dari target Rp27 miliar.

Kepala BKD Kota Mataram, Drs. H. M. Syakirin Hukmi memiliki harapan pada triwulan kedua realisasi PBB pada pada posisi 25 persen. “Jatuh tempo 31 Agustus. Artinya, ada waktu dua bulan. Tetapi sudah mulai awal dilakukan pelayanan untuk pembayaran,” kata Syakirin pekan kemarin.

Dikatakan, petugas di bagian penagihan BKD bergerak dan terus berkoordinasi dengan kepala lingkungan. Dan, rutin mendatangi wajib pajak untuk mengingatkan dan bila perlu membayar lebih awal. Syakirin menyebutkan, realisasi PBB baru mencapai Rp7 miliar dari target Rp27 miliar. Kecenderungan masyarakat membayar PBB menunggu saat-saat jatuh tempo.

“Ini yang kita coba supaya jangan membayar pada waktu jatuh tempo. Karena, nanti mereka akan berdesak -desakan,” ucapnya. Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) sejak Februari lalu distribusikan. Diakui Syakirin, masih ditemukan SPPT tanpa pemilik. Pihaknya masih mengupayakan mencari pemiliknya alias wajib pajak.

Di satu sisi, wajib pajak (WP) besar ada yang belum membayar. Ini dikarenakan kondisi keuangan wajib pajak. Bagaimanapun tidak ada toleransi. Mereka harus membayar pajak. “Kecuali masyarakat miskin baru diberikan toleransi. Itupun harus dibuktikan dengan surat keterangan dari kelurahan setempat,” ujarnya. (cem)