Libur Diperpanjang, Kegiatan Siswa saat Ramadhan di Rumah Saja

H. Lalu Fatwir Uzali. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram akan memperpanjang masa belajar mandiri di rumah karena wabah virus corona belum mereda. Dengan begitu hampir pasti kegiatan pembelajaran  siswa saat Ramadhan akan tetap dilaksanakan secara mandiri di rumah.

Hal itu disampaikan Kepala Disdik Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., pada Sabtu, 18 April 2020. Ia mengatakan, belajar mandiri di rumah dan libur kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diperpanjang. Maka, kegiatan siswa selama bulan Ramadhan akan dilaksanakan di rumah.

Iklan

“Tampaknya kita akan perpanjang libur karena virus corona, karena belum menunjukkan tanda-tanda yang lebih meyakinkan orang tua untuk memberikan putra dan putrinya pergi ke sekolah,” kata Fatwir.

Disdik Mataram sudah memperpanjang libur sekolah sampai dengan 27 April mendatang. Namun Disdik akan memperpanjang kembali libur sekolah karena situasi akibat wabah virus corona masih belum membaik. Nantinya pihaknya akan memberikan arahan kegiatan siswa selama bulan Ramadhan di rumah.

Menurutnya, jika memaksakan pembelajaran di sekolah dengan membuat petunjuk bagi siswa dan guru, akan sulit diterapkan. Terutama dalam menerapkan pembatasan jarak fisik antar siswa. Fatwir juga menyampaikan akan segera membuat petunjuk aktivitas belajar di bulan Ramadhan, mengingat pelaksanaan Ramadhan dimulai sekitar 24 April. Dengan begitu otomatis siswa akan belajar di rumah selama awal Ramadhan tahun ini.

Di samping itu, pengumuman kelulusan siswa SMP akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2020, sedangkan SD pada 13 Juni 2020. Disdik Kota Mataram juga menetapkan syarat kelulusan satuan pendidikan mengacu pada edaran Kemendikbud yang terakhir atau surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus disease (covid- 19).

Berdasarkan surat edaran itu, Kemendikbud memberikan arahan Ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran. Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Ujian Sekolah juga dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh. Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Bagi sekolah yang belum melaksanakan Ujian Sekolah berlaku ketentuan kelulusan Sekolah Dasar (SD) sederajat ditentukan berdasarkannilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan niiai kelulusan.

Kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here