LIA Tidak Merugi Lagi

Ilustrasi Aktivitas penerbangan di Lombok International Airport (LIA).

Praya (Suara NTB) – Perkembangan positif Lombok International Airport (LIA) dalam dua tahun berdampak pada membaiknya kondisi keuangan perusahaan plat merah tersebut. Tercatat, sejak tahun 2016 lalu LIA sudah tidak merugi lagi. Bahkan, tahun ini PT. Angkasa Pura (AP) I LIA menargetkan laba sebesar Rp 3,5 miliar lebih.

Sebelumnya pada tahun 2015, PT. AP I LIA merugi sebesar Rp 32 miliar lebih akibat besarnya biaya operasional yang  dikeluarkan oleh pengelola bandara. Sementara pendapatan yang masuk, jauh dari biaya operasional yang dikeluarkan. “Namun mulai tahun 2016 lalu, kita sudah sudah tidak merugi lagi,” aku General Manager PT. AP I LIA, I Gusti Ngurah Ardita, kepada Suara NTB, Minggu (26/2/2017) kemarin.

Iklan

Dihubungi di sela-sela peringatan HUT PT. AP I ke 53, Ardita mengatakan, tahun lalu pemasukan yang diperoleh PT. AP I LIA sedikit lebih besar dari Rencana Kebutuhan Anggaran (RKA) yang dihabiskan untuk menunjang operasional bandara. Artinya sudah ada sedikit keuntungan yang masuk.

Sehingga tahun ini, dengan melihat trend positif yang ditunjukkan oleh LIA, pihaknya optimis tidak hanya sebatas tidak merugi lagi. Tetapi ditargetkan bisa meraup laba yang jauh lebih besar. “Target yang diberikan oleh PT. AP I, tahun ini LIA harus bisa meraih keuntungan tidak kurang dari Rp 3,5 miliar,” sebutnya.

Pihaknya pun mengaku optimis target tersebut bisa tercapai. Melihat trend positif yang ditunjukkan selama ini. Apalagi dengan berbagai tambahan fasilitas yang dibangun tahun ini, pemasukan yang diperoleh LIA akan jauh lebih besar lagi.

Diakuinya, beban biaya yang paling besar yang dikeluarkan LIA berupa biaya operasional. Dan, itu wajar karena fokus usaha LIA ialah usaha jasa. Karena memang LIA adalah perusahaan penyedia jasa  penerbangan.

Guna mengejar target tersebut, lanjut Ardita, pembenahan terus dilakukan. Bukan hanya dari sisi fasilitas. Tetapi juga sisi kualitas layanan. Termasuk dari sisi kemampuan  sumber daya manusia (SDM) yang ada di PT. AP I LIA. Karena bagaimana juga kualitas SDM juga sangat menentukan kualitas pelayanan yang diberikan.

Kedepan pihaknya berharap dukungan dari pemerintah provinsi, kabupaten hingga desa tidak berkurang. Karena maju tidaknya LIA juga sangat tergantung dari dukungan pemerintah daerah dan masyarakat lingkar bandara itu sendiri. “Tanpa dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, kami tidak akan bisa berbuat apa-apa. Untuk dukungan kami harapannya bisa terus diberikan,” pungkas Ardita. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here