Lewat NTB Care, Distanbun Jelaskan Upaya Pengendalian Pupuk Subsidi

Mataram (Suara NTB) – Portal NTB Care platform yang dianggap efektif oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjelaskan persoalan mendasar. Sebagaimana dilakukan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB.

Instansi ini merespon pertanyaan masyarakat terkait pengendalian pupuk subsidi yang sering jadi masalah di lapangan.

Iklan

Sebagaimana dijelaskan Distanbun atas pertanyaan akun Dou, Selasa 19 November 2021 lalu. Akun ini meminta agar Dinas meninjau harga pupuk di Kabupaten Bima, khusus di Kecamatan Donggo.

Di mana, harga pupuk bisa tembus hingga 200 per zak (50 kg). “Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) 125.000/zak,” akun tersebut.

Tim Distanbun Provinsi NTB merespon. Dijelaskan mengenai langkah langkah pengendalian pendistribusian dan penyaluran pupuk bersubsidi.

1. Setiap kios atau pengecer wajib membuat dan memasang spanduk baliho ukuran minimal 2m x 1,5 meter terkait dengan data e-RDKK masing2 kios dan pengecer

2. Setiap kios atau pengecer wajib membuat dan memasang baliho yang memuat Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebagaimana ditetapkan dalam peraturan menteri pertanian nomor 49 tahun 2020.

Rincian harga pupuk bersubsidi sebagai berikut :

Urea Rp.2.250/kg rp.112.500/karung
ZA. Rp.1 700/kg Rp 85.000/karung
SP-36. Rp.2.400/kg.
Rp.120.000/karung
NPK Phonska Rp. 2.300/kg. Rp.115.000/karung
Petroganik Rp.800/kg dan Rp 32.000/karung

3. Setiap pembelian pupuk bersubsidi, kios atau pengecer wajib menggunakan nota pembelian sebanyak 2 rangkap. Satu rangkap untuk petani dan satu rangkap untuk kios atau pengecer.

HET pupuk bersubsidi tersebut berlaku untuk pembelian oleh petani di lini IV (pengecer resmi) dalam kemasan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait pengaduan itu, admin disdagntbprov juga meminta pelapor menyebutkan juga alamat lengkap distributor atau pengecer dimaksud agar bisa ditindak lanjuti.
Sebab hari ini yang sama, Kadistanbun Muhammad Riadi dan Kabid PPDN Dinas Perdagangan NTB sedang berada di Bima terkait koordinasi anjloknya harga bawang. Agar dapat dikoordinasikan dengan Kadis Pertanian Bima.

“Untuk laporan seperti ini hendaknya tunjukkan bukti yang jelas agar dapat ditindaklanjuti,” tulis akun tersebut.

Setelah komunikasi via dunia maya itu, akun Distanbunntbprov menginformasikan Kadis Pertanian Muhamad Riadi langsung mengecek ketersediaan dan harga pupuk bersubsidi disalah satu agen penyalur.

Agen itu UD. Do’a Fida di Desa Doridungga Kecamatan Donggo. Agen Penyalur menjual sesuai HET. Pupuk Urea dijual dengan harga Rp. 112.000 per zak atau 50 kg. (Tim)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional