Lestarikan Durian Varietas Lokal

0
Bahri (Suara NTB/her)

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Peresak Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar) berupaya melestarikan sejumlah varietas durian lokal yang keberadaannya hampir punah. Untuk menjaga kelestarian varietas durian tersebut, Pihak desa setempat melakukan pembibitan 850 bibit pohon melalui program Dana Desa (DD). Ke depan, durian ini akan menjadi unggulan desa setempat sebagai ikon desa wisata.

Kepala Desa Peresak Bahri mengatakan pihaknya sudah melakukan program pelestarian durian Peresak. “Kami sudah melestarikan durian Peresak, melalui pembibitan 850 bibit,” jelas Bahri, Selasa, 30 Maret 2021.

IKLAN

Terdapat belasan Varietas durian ini, namun yang baru dikembangkan beberapa varietas di antaranya Tong Medaye, Si Gadung, Si Gole, Si Payo. Durian ini disebut durian Peresak, konon durian ini ada semenjak zaman Belanda. Ia baru tahu varietas durian ini setelah menjadi kades. “Rasanya enak sekali dan harganya pun lumayan tinggi,’’ akunya.

Sejauh ini pihaknya sudah mengembangkan durian Peresak ini di Dusun Tebao dengan jumlah sekitar 850 bibit pohon yang didanai  dari DD. Masing-masing dusun dibagikan 125 bibit pohon untuk ditanam. “Untuk sentral pembibitan dan pelestarian masih dilakukan di Dusun Tebao,”ujarnya.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan pengadaan bibit lagi, karena targetnya 5.000 bibit pohon. Untuk produksi durian ini sendiri, pihak desa belum mendata, karena saat ini masih sebatas dikelola oleh pihak pura.

Ke depan kalau pohon durian sudah berbuah, akan dikelola oleh BUMDes. Di mana BUMDes akan membeli buah, menyiapkan tempat membelinya dan makan buah. “Kita butuh bijinya untuk pembibitan, dan ke depan durian menjadi ikon desa kami,”jelas dia.

Bahkan dia sudah mengusulkan ke Balai Jalan Nasional, agar di jembatan persis di monumen sapi dibuat semacam monumen selamat datang di objek Desa Presak dengan ikon durian.

Ia menambahkan pengembangan durian varietas ini juga sebagai implementasi dari visi misinya sebagai kades. Dalam pengembangannya, Pihaknya berkordinasi dengan Dinas Pertanian. Pihak Dinas Pertanian pun menyambut baik, karena baru kali ini desa mau membiayai pengembangan durian lokal. “Karena memang jenis durian ini hampir punah,”aku dia. (her)