Lengkapi Bukti Kasus DAK, GMAK Kembali Datangi Kejari Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Gerakan Masayarakat Anti Korupsi (GMAK) KSB mendatangi Kejari Sumbawa, Kamis, 6 Oktober 2016. Mereka melengkapi bukti kasus dugaan penyimpangan DAK pendidikan KSB senilai Rp 14 miliar. Meskipun sebelumnya GMAK juga sudah pernah menyerahkan bukti tersebut.

Para aktivis GMAK tiba sekitar pukul 11.00 Wita ini diterima Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD, SH. Mereka menyerahkan kelengkapan berkas aduan, dan berdialog dengan perwakilan kejaksaan setempat.

Iklan

“Kami menilai ada kejanggalan dalam kasus DAK tersebut. Karena Pemda tidak mampu menunjukkan aliran dana atas raibnya dana pada bulan Desember 2012 lalu. Untuk itu kami minta agar dapat dilakukan revisi terhadap laporan DAK ini,” kata perwakilan GMAK, Syahril Amin.

Selain Kasus DAK, pihaknya juga menyampaikan terkait program Jambanisasi. Dinilai ada dugaan mark-up dalam program jambanisasi ini. Mengingat program dinilai tidak transparan. Termasuk DPRD juga dinilainya tidak transparan.

Pihaknya meminta agar Kejari Sumbawa mengusut adanya indikasi korupsi DAK, Program Jamban, dan Kasus PT Trilion di KSB.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD, SH mengapresiasi kedatangan GMAK sebagai upaya membantu Kejari Sumbawa dalam memberantas setiap tindak pidana korupsi. Pihaknya menerima laporan GMAK. Hanya belum bisa memastikan kapan akan turun ke lapangan. Mengingat selain personil yang terbatas, juga banyaknya kasus lain yang harus diselesaikan. Meskipun demikian setelah adanya surat perintah dari Kajari, pihaknya akan langsung bergerak dan menindaklanjuti apa yang menjadi aduan tersebut. (ind)