Lemah, Pengawasan Peredaran Kosmetik Palsu di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Keberadaan kosmetik palsu yang beredar luas hampir di semua wilayah Kecamatan Kabupaten Dompu disinyalir karena tidak adanya pusat distribusi barang di Kabupaten. Mobil box pengantar kosmetik bisa langsung menjangkau konsumennya ke tiap-tiap kampung, sehingga untuk mengawasi peredarannya sangatlah sulit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan, S.Km, MMkes, Sabtu mengatakan, penjualan kosmetik palsu ini hampir merata di setiap Kecamatan. Beberapa waktu lalu ditemukan pihaknya di Kecamatan Huu dan Pekat. Terhadap para penjual tersebut pihaknya telah memberi surat teguran sekaligus sosialisai bahaya penggunaan kosmetik palsu.

Iklan

“Kita sosialisasikan dampaknya termasuk sanksinya secara hukum, karena ada undang-undangnya. Kemudian memberi surat pernyataan yang ditandatangani langsung penjual,” katanya kepada Suara NTB.

Dalam kegiatan tersebut berhasil ditemukan puluhan jenis kosmetik palsu di antaranya merk Konstan, cuma untuk menindak atau menyita barang bukanlah ranah pihaknya. Berdasarkan data titik pejualan yang dikantongi, pihaknya masih menunggu langkah selanjutnya dari BBPOM Mataram.

Katanya, Inpeksi Mendadak (Sidak) biasanya dilakukan BBPOM satu kali dalam tiga bulan, sementara untuk sidak keempat di penghujung tahun 2016 ini belum nampak petugas BBPOM akan turun. Diduga kosmetik yang beredar saat ini merupakan hasil prodak rumahan. Sepintas barang ini nampak asli, tapi untuk memastikan kepalsuannya harus dilihat dari hologram tulisannya tidak rata, kemudian warna kemasan tidak cerah dan nomor registrasinya tidak terdapat izin dari BBPOM.

Menurutnya, peredaran kosmetik palsu di Dompu sudah berlangsung lama, penyebab utamanya karena faktor pemilik toko yang tidak mengetahui status barang tersebut, kemudian ada yang juga secara sengaja menjualnya untuk meraup keuntungan.

Terkait korban yang sudah ditanggani Dikes sejauh ini, Gatot Gunawan menuturkan, secara langsung belum ada masyarakat yang datang mengeluh terkait efek barang itu, tapi dipastikan pihaknya ketika dilakukan operasi lapangan cukup banyak masyarakat yang sudah terkena dampaknya. “Data khusus yang berobat belum ada, cuma kalau kita survei di kampung pasti ada,” ujarnya.

  Motor Custom, Wajah Lain si Kuda Besi

Ia menegaskan di tahun 2016 ini hampir semua wilayah telah dijejaki terkait peredaran kosmetik palsu ini, dari upaya tersebut minim upaya penyitaan dan tindakan tegas, hal itu semata-mata akibat tidak adanya kewenangan. “Kita hanya pembinaan dan pengawasan, yang boleh melakukan penyitaan nanti aparat hukum dan BBPOM,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here