Lemah, Pengawasan KTL di Dompu

Tampak pengguna jalan di komplek pertokoan Pasar Induk Dompu yang merupakan KTL melangggar rambu-rabu lalu lintas, Jumat,  1 Maret 2019. (Suara NTB/dok)

Dompu (Suara NTB) – Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Dompu belum sepenuhnya bebas dari pelanggaran. Baik oleh pengguna kendaraan roda dua maupun empat. Lemahnya pengawasan Dishub Dompu disinyalir pemicu utamanya.

Kadishub Dompu, Ir. Syafrudin dikonfirmasi Suara NTB mengakui, masih tingginya tingkat pelanggaran lalu lintas di jalur KTL tersebut. Hanya saja ia membantah jika persoalan itu dipicu lemahnya pengawasan yang dilakukan jajarannya. “Ya memang masih banyak pelanggaran, tidak ada kendala kita cuma dari kepolisian saja belum fokus kesana,” tegasnya.

Sejak ditetapkannya beberapa jalur di pusat kota tersebut sebagai KTL, pihaknya terus membangun kerjasama dengan aparat kepolisian. Baik dalam bentuk pelaksanaan kegiatan sosialisasi maupun penindakan terhadap para pelanggar.

Hanya memang kesadaran pengguna jalan terutama ojek yang masih sangat rendah. Rambu lalu lintas di setiap sudut jalan tak dihiraukan.

Kondisi itu diperparah munculnya pelanggar-pelanggar baru yang belum mengetahui adanya wilayah KTL di Dompu. Lantas hal itu memancing masyarakat umum lainnya untuk kembali melakukan pelanggaran. “Yang melanggar ini kan bergantian kalau masyarakat di sekitar KTL sudah tidak ada, makanya kita akan perkuat lagi sosialisasi ke depan,” ujarnya.

Diakui Syafrudin, untuk sementara penempatan petugas di pos khusus yang marak pelanggaran sebagaimana yang diupayakan sebelumnya belum bisa dilakukan, mengingat Dishub dalam masa transisi pegawai setelah pemecahannya dengan Diskominfo. Kendati begitu, pihaknya tetap berupaya menekan tingkat pelanggaran diwilayah KTL tersebut dengan meminta bantuan aparat kepolisian.

“Nanti kita coba perkuat lagi untuk pengawasan ini sambil menunggu penataan anggota di lapangan,” pungkasnya. (jun)